Kelebihan dan Kekurangan .....(Ratnasari DW & Yosina M) 185 JPPD, 5, (2), hlm. 185 - 192 Vol. 5, No. 2, Desember 2018 PROFESI PENDIDIKAN DASAR e-ISSN: 2503-3530 p-ISSN: 2406-8012 DOI: https://doi.org/10.23917/ppd.v1i2.7353 KELEBIHAN DAN KELEMAHAN METODE TALAQQI DALAM PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR’AN JUZ 29 DAN 30 PADA SISWA KELAS ATAS MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH Ratnasari Diah Utami1), Yosina Maharani2) PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta 1) rdu150@ums.ac.id; 2)Yosina.maharani@student.ums.ac.id PENDAHULUAN Kesibukan sering kali menjadi alasan terhalangnya seseorang untuk menjadi salah satu barisan para penghafal Al-Qur’an. Menghafal Al-Qur’an dianggap suatu hal yang sangat mustahil bagi orang yang mengatakan bahwa Ia sibuk sehingga seolah ada pembenaran untuk tidak menghafal Al-Qur’an. Bahkan masih didapati pula orang yang mengatakan bahwa Ia tidak mempunyai waktu sama sekali untuk sekedar membaca bahkan menghafalkan Al-Qur’an. Tradisi menghafal Al-Qur’an merupakan bagian inheren dalam diri umat Islam. Sebuah tradisi yang dilandasi oleh keimanan terhadap Al-Qur’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup utama. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga masa sekarang, lahir para penghafal Al-Qur’an yang sering disebut al-huffazh (jamak dari al-hafizh). Biografi Abstrak: The purpose of this research is to identify 1) the advantages and weakness of talaqqi method in program tahfidz Al-Qur'an juz 29,30, and 2) Attempt to overcome the weakness of talaqqi method in program tahfidz Al-Qur'an juz 29,30, The type of research used in this study is qualitative descriptive. Data collection methods used in this study are the method of observation, interview and documentation. Validity of data used is triangulation method and triangulation of data source by using three step activity data analysis that is data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that 1) The advantages of talaqqi method is the motivation factor and habalan memorization of students which is still less so this method is considered very suitable and effective to be applied in the madrasah and students can read and memorize the Qur'an in accordance with the rules of science that tajwid correct. The weakness of the talaqqi method is derived from its own student factors that have not mastered the science of tajwid well such as short length, pronunciation makhraj, students who are easily bored so it will be joking with friends of their own. 2) Efforts made by teachers in overcoming the weaknesses of talaqqi method is to check the reading, control the development of memorization of students, listened one by one, come to the desk students who felt still have difficulty in memorizing, and by forming homogeneous classes tailored to the level of students' memorization skills. Keywords: advantages, weakness, Talaqqi Method, Tahfidz Al-Qur'an https://doi.org/10.23917/ppd.v1i2.7353 mailto:rdu150@ums.ac.id mailto:rdu150@ums.ac.id mailto:Yosina.maharani@student.ums.ac.id Kelebihan dan Kekurangan .....(Ratnasari DW & Yosina M) 186 JPPD, 5, (2), hlm. 185 - 192 dan kisah hidup para pengahafal Al-Qur’an diabadikan serta dikenang oleh generasi Islam sepanjang masa. Hashim (2016: 13) menyatakan bahwa “Al-Qur’an is the source of strength of Muslim ummah which has been revealed by Allah” yang berarti bahwa Al- Qur’an adalah sumber kekuatan Islam yang disebutkan secara sah oleh Allah. Al-Qur’an telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dengan bermacam cara, misalnya dengan ditulis, dibaca, dan dihafal setiap saat. Karena kecintaan dari generasi ke generasi Muslim, Al-Qur’an dapat terjaga kemurniannya hingga saat ini hingga telah mewariskan berbagai metode dan cara menghafal Al-Qur’an, seperti dipraktikan oleh beberapa madrasah dan lembaga tahfizhul Qur’an lainnya di banyak negara Islam, terrmasuk di madrasah Indonesia seperti MIM PK Kenteng yang berada di kecamatan Nogosari kabupaten Boyolali. Hashim (2015: 91) menyatakan bahwa “Strategy in tahfiz learning styles should be given special attention by all parties whwn drafting a curiculum for tahfiz teaching and learning so that the excellence in quality of the students can be achieved” yang berarti bahwa strategi dalam gaya belajar tahfidz harus diberikan sebuah perhatian khusus oleh sema pihak ketika menyusun suatu kurikulum pengajaran dan pembelajaran tahfidz sehingga kunggulan dalam kualitas siswa dapat tercapai. MIM PK Kenteng adalah suatu madrasah unggulan yang didalamnya menerapkan program tahfidz Al-Qur’an juz 29,30. Untuk mengajarkan tahfidz Al-Qur’an diperlukan metode atau cara yang pantas agar mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu metode yang digunakan untuk memudahkan hafalan Al-Qur’an adalah dengan metode talaqqi. Metode ini dipilih karena dianggap yang paling cocok diterapkan di madrasah tersebut mengingat siswa masih dalam tahap awal belajar. Makhyauddin (2016: 80) menyatakan bahwa metode talaqqi yaitu guru membacakan, sementara murid mendengarkan, lalu menirukan sampai hafal. Herry (2013: 84-86) mengungkapkan bahwa penggabungan cara-cara tradisional seperti metode talaqqi adalah metode paling ideal dalam menghafal Al-Qur’an. Terdapat beberapa alasan yang mendasar yaitu 1) Doktrinal yang berarti memenuhi tiga syarat yaitu sanad yang sah dan mutawatir, sesuai dengan kaidah bahasa Arab (meskipun tidak popular), dan sesuai rasm Utsmani. Oleh sebab itu, tradisi sanad sangat penting dalam khazanah Islam. Talaqqi (menurut penafsiran sebagian ulama) atau talqin (menurut pendapat yang lain) seperti tersebut telah dijelaskan dalam Al-Qur’an sehingga orisinalitasnya dapat dipertanggungjawabkan. 2) Rasional (Intelektual) yang berarti dengan mengikuti metode- metode tradisional seperti diatas, kebenaran bacaan Al-Qur’an dapat dijamin, karena ada proses chek and re-chek anata pembaca (murid) dengan pakar (syekh, kyai). Lebih utama lagi, jika talaqqi dilakukan dengan sebanyak mungkin bersama pakar karena akan semakin meningkatkan mutu bacaan dan mendekati kesempurnaan. 3) Emosional yang memiliki beberapa hikmah antara lain melatih kesabaran, ketabahan, ketekunan, dan etika sosial dapat meneladani dan menghayati kontribusi para pendahulu (salafus shaleh) yang begitu tulus menjaga dan mengagungkan Al-Qur’an. Selain itu, dengan adanya kewajiban talaqqi, akan aktif dengan rutinitas mulia yang dapat menyehatkan mental dan memotivasi diri. 4) Spiritual yang berarti Jika kita talaqqi (mengaji) dengan para syekh, kyai atau ustadz, maka akan mendapatkan banyak ilmu dari mereka. Inilah diantara kunci keberhasilan para penghafal Al-Qur’an, sedangkan kelemahan metode talaqqi menurut Kelebihan dan Kekurangan .....(Ratnasari DW & Yosina M) 187 JPPD, 5, (2), hlm. 185 - 192 Susianti, (2016: 13) ada beberapa kelemahan dalam penggunaan metode talaqqi, yaitu 1) Tidak efisien karena hanya menghadapi beberapa murid (tidak lebih dari 5 orang), sehingga kalau menghadapi murid yang banyak, metode ini kurang tepat. 2) Membuat murid cepat bosan karena metode ini menuntut kesabaran, kerajinan, ketaatan dan disiplin pribadi. 3) Murid kadang hanya menangkap verbalisme semata terutama mereka yang tidak mengerti terjemahan dari bahasa tertentu. 4) Metode tradisional memang sangat berat dan kurang digemari oleh banyak orang di masa sekarang (Herry, 2013: 85). Makhyarudin (2016: 85) juga menambahkan bahwa salah satu cara untuk mengatasi kelemahan dalam menerapkan metode talaqqi adalah dengan mengambil termmursyid untuk membimbing menghafal Al-Qur’an dengan syarat harus hafiz Al-Qur’an. Bimbingan yang dilakukan oleh term mursyid biasanya diwujudkan dalam bentuk menerima setoran hafalan, mengontrol dan mengkondisikan hafalan, memberikan saran, nasihat, arahan, dan motivasi, serta memeriksa bacaan. Dengan adanya term mursyid, kegiatan menghafal akan berlangsung secara kontinu dan dinamis. Berdasarkan uraian latar belakang masalah dan teori-teori di atas peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana kelebihan dan kelemahan metode talaqqi dalam pengajaran pada program tahfidz Al-Qur’an juz 29 dan 30. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan metode talaqqi dalam program tahfidz Al- Qur’an juz 29,30 sekaligus upaya untuk mengatasi kelemahan metode talaqqi di MI Muhammadiyah Program Khusus Kenteng. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai kelebihan dan kelemahan dari metode talaqqi yang digunakan sebagai metode dalam mengajar tahfidz Al-Qur’an. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian yang jenis datanya bersifat non angka bisa berupa kalimat, pernyataan, dokumen serta data lain yang bersifat memberikan deskripsi dan kategorisasi berdasarkan kancah penelitian (Musfiqon, 2015: 70). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi yang terkait dengan kelebihan dan kelemahan metode talaqqi dalam program tahfidz Al-Qur’an, sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui dokumen penting tentang program tahfidz Al-Qur’an di MIM PK Kenteng. Nara sumber dalam penelitian ini adalah Bapak kepala sekolah, guru (pengajar) tahfidz kelas 4, guru tahfidz kelas 5 serta siswa kelas empat dan lima dalam rangka menggali informasi tentang kelebihan dan kelemahan metode talaqqi dalam program tahfidz Al-Qur’an. Kehadiran peneliti adalah sebagai perencana, pengumpul, penganalisis data sekaligus pelapor dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara serta dokumentasi Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi metode dan triangulasi sumber data. Triangulasi metode digunakan untuk mengecek efektifitas metode yang digunakan dalam penelitian, selain menggunakan metode wawancara, peneliti juga menggunakan metode observasi dan dokumentasi dalam mengumpulkan data yang sama, sedangkan triangulasi sumber data dimaksudkan untuk melakukan pencarian data yang sama pada Kelebihan dan Kekurangan .....(Ratnasari DW & Yosina M) 188 JPPD, 5, (2), hlm. 185 - 192 sumber data yang berbeda. Dalam hal ini, peneliti melakukan pencarian data yang sama kepada guru tahfidz kelas 5, maka untuk melakukan pencarian data yang sama, peneliti juga mencari data pada guru tahfidz kelas 4 dan dari siswa kelas empat dan lima. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, menyajikan data, serta yang terakhir adalah penarikan kesimpulan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di MI Muhammadiyah Program Khusus yang terletak di desa Kenteng Kecmatan Nogosari Boyolali. Waktu yang dibutuhkan untuk penelitian ini adalah selama empat bulan drngan narasumber bapak kepala sekolah, guru tahfidz, serta siswa kelas empat dan lima. a. Kelebihan Metode Talaqqi dalam Program Tahfidz Al-Qur’an Juz 29,30 di MI Muhammadiyah Program Khusus Kenteng Nogosari Boyolali Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara yang mendalam dengan guru tahfidz di MIM PK Kenteng tentang kelebihan dan kelemahan ketika menerapkan metode talaqqi dalam program tahfidz Al-Qur’an juz 29, 30. Adapun alasan pihak sekolah menggunakan metode talaqqi adalah karena metode ini dianggap paling cocok untuk diterapkan kepada anak-anak mengingat anak-anak yang belum sepenuhnya menguasai ilmu tajwid seperti panjang pendek, makhraj, dan belum begitu paham tentang bacaan mana yang harus dibaca jelas, mana yang harus dibaca samar-samar dan mana yang harus dibaca mendengung. Adapun kelebihan dari penerapan metode talaqqi adalah siswa yang belum menguasai ilmu tajwid dalam membaca dan menghafal ayat Al-Qur’an akan semakin lebih tahu dan paham tentang membaca Al-Qur’an dan menghafal sesuai dengan ilmu tajwid. Metode ini dianggap sangat cocok diterapkan pada siswa sekolah dasar serta memiliki kelebihan bahwa siswa semakin memahami kaidah ilmu tajwid ketika membaca dan menghafal Al-Qur’an. Kelebihan lain dari metode talaqqi ini adalah anak menjadi lebih siap untuk hafalan secara mandiri. Biasanya anak anak belum siap untuk menghafal secara mandiri. Ketidaksiapan ini karena anak dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an belum sesuai makhrajnya serta tajwid yang belum benar. Selain itu metode talaqqi ini cocok untuk memotivasi dan membiasakan siswa untuk menghafal, karena motivasi anak dalam menghafal masih kurang. Kebiasaan anak untuk menghafal juga masih kurang, sehingga meetode talaqqi ini dianggap cocok untuk diterapkan. Berdasarkan observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran, dapat dilihat bahwa siswa terlihat sangat senang karena ada guru tahfidz yang mengajar dalam menghafalkan Al-Qur’an dengan cara yang mudah, sehingga siswa mudah mengerti dan memahami materi yang diajarkan. Berkaitan dengan kelebihan saat mengimplementasikan metode talaqqi dalam program tahfidz Al-Qur’an tersebut, maka sesuai dengan pendapat Herry (2013: 85) yang menjelaskan bahwa salah satu kelebihan metode talaqqi adalah bersifat rasional, yang mana Al-Qur’an adalah pedoman hidup utama Muslim. Para ulama pun telah Kelebihan dan Kekurangan .....(Ratnasari DW & Yosina M) 189 JPPD, 5, (2), hlm. 185 - 192 merumuskan berbagai etika dan tata cara dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an termasuk bagaimana cara membaca dan menghafalkannya. Dengan mengikuti metode talaqqi, kebenaran bacaan Al-Qur’an dapat dijamin, karena ada proses chek and re-check antara pembaca dengan pakar (syekh, kyai). Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Qawi (2017: 282) yang menyatakan bahwa penerapan metode talaqqi dalam pembelajaran Al-Qur’an terlihat efektif. Juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Awaluddin (2017) yang menyatakan bahwa metode talaqqi seakan menjadi solusi dalam pencapaian tujuan pembelajaran tahsin dan tahfidz yang memerlukan perhatian lebih terhadap perkembangan siswa dalam melafalkan Al-Qur’an sehingga siswa memiliki kelebihan khusus yang dapat dipantau oleh guru. b. Kelemahan Metode Talaqqi dalam Program Tahfidz Al-Qur`an Juz 29,30 di MI Muhammadiyah Program Khusus Kenteng Nogosari Boyolali Kelemahan dari penerapan metode talaqqi ini sebenarnya berasal dari faktor siswanya itu sendiri, dan faktor itu terletak pada penguasaan ilmu tajwid yang masih kurang, seperti panjang pendek, juga pengucapan makhraj yang berbeda-beda, misalnya pengucapan huruf hijaizah Syin dan Sin. Ada beberapa siswa yang sudah bisa membedakan cara membaca huruf tersebut, tetapi ada juga siswa yang belum bisa membedakan cara membaca huruf tersebut. Hal ini menjadi PR bagi guru tahfidz di sekolah tersebut, bagaimana agar guru bisa mengajarkan tahfidz Al-Qur’an kepada siswa dengan lebih baik lagi sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Kelemahan lain dalam penerapan metode talaqqi ini adalah sebagian anak mudah bosan ketika diajarkan tahfidz, apalagi jika ada anak yang sudah hafal secara mandiri sehingga akan cepat bosan kalau melihat teman lainnya tidak hafal-hafal. Kelemahan dari penerapan metode talaqqi tersebut juga yang dirasakan oleh guru tahfidz yaitu kelemahan yang berasal dari faktor siswanya. Ada beberapa siswa yang belum menguasai ilmu tajwid seperti panjang pendek, pengucapan makhraj antar siswa 1 (satu) dengan siswa yang lainnya berbeda, misalnya pengucapan makhraj antara huruf Syin dan Sin. Ada beberapa siswa yang sudah dapat membedakan pengucapan huruf tersebut, tetapi ada juga beberapa siswa yang belum bisa membedakan huruf tersebut. Berkaitan dengan kelemahan saat mengimplementasikan metode talaqqi dalam program tahfidz Al-Qur’an tersebut, Susianti (2016: 13) menjelaskan bahwa salah satu kelemahan dari implementasi metode talaqqi adalah murid kadang hanya menangkap verbalisme semata terutama mereka yang tidak mengerti terjemahan dari bahasa tertentu. Selain itu, kelemahan dari implementasi metode talaqqi juga terletak pada siswanya yang terkadang mudah bosan ketika diajarkan tahfidz oleh gurunya serta kurang disiplinnya siswa dalam melakukan setoran hafalan kepada gurunya. Siswa yang tidak menyetorkan hafalan kepada gurunya akan bersendau gurau dengan teman disampingnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Herry (2013: 85) yang menyatakan bahwa metode talaqqi merupakan metode tradisional yang memang sangat berat dan kurang digemari oleh banyak orang di masa sekarang. Kelebihan dan Kekurangan .....(Ratnasari DW & Yosina M) 190 JPPD, 5, (2), hlm. 185 - 192 c. Upaya Guru untuk Mengatasi Kelemahan dari Implementasi Metode Talaqqi dalam Program Tahfidz Al-Qur’an Juz 29,30 di MIM PK Kenteng Ada beberapa upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengatasai kelemahan dalam penerapan metode talaqqi ini. Yang sering dilakukan guru adalah dengan memeriksa bacaan siswa, mengontrol perkembangan siswa dalam menghafalkan Al-Qur’an serta menyimak siswa satu persatu. Walaupun cara ini memebutuhkan waktu yang lama, tetapi hal itu adalah cara yang bisa ditempuh guru untuk mencapai tujuan yang diharapkan supaya siswa mampu menguasai kaidah ilmu tajwid saat membaca serta menghafalkan Al-Qur’an. Selain itu ada upaya juga dari pihak sekolah dengan merrencanakan membuat kelompok kelas tahfidz,. Direncanakan setiap kelas nantinya ada 3 kelas yaitu kelas a, b dan c. Dari 3 kelas ini, akan pecah jadi 4 kelas. Setiap kelas target hafalannya disesuaikan dengan kemampuan kelompok anak, sehingga nanti akan menjadi kelas homogen kelas tahfidz. Dengan adanya pengelompokan ini diharapkan dapat meminimalisir sendau gurau siswa, dan siswa dapat lebih serius dalam menghafal karena mereka berada dalam kelas homogen yang disesuaikan dengan kemampuan target hafalan siswa. Berdasarkan observasi di lapangan, peneliti mengamati bahwa guru tahfidz akan mendatangi ke meja siswa yang dirasa masih memiliki kesulitan dalam menghafalkan Al- Qur’an. Selain itu upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah dengan mengadakan acara-acara yang bisa membangkitkan motivasi hafalan siswa yang dilaksanakan di lapangan sekolah MIM PK Kenteng. Beberapa upaya diatas, sesuai dengan pernyataan Makhyaruddin (2016: 85) yang menyatakan bahwa dalam bimbingan hafalan diwujudkan dalam bentuk menerima setoran hafalan, mengontrol dan mengkondisikan hafalan, memberikan saran, nasihat, arahan, dan motivasi serta memeriksa bacaan, sehingga kegiatan menghafal Al-Qur’an berlangsung secara kontinu dan dinamis. Fatimah (2017) dalam penelitiannya juga menyatakan bahwa salah satu mengatasi kelemahan pada metode hafalan adalah dengan meningkatkan peran guru dan orang tua atau wali siswa untuk memberikan perhatian lebih, menciptakan suasana nyaman, bersahabat seperti dengan mengadakan acara-acara yang bisa membangkitkan motivasi siswa dalam menjalankan sebuah metode hafalan Al- Qur’an secara terprogram dengan baik. SIMPULAN Kelebihan metode talaqqi dalam program tahfidz adalah metode yang cocok dan efektif untuk diterapkan di madrasah karena faktor motivasi dan kebiasaan hafalan siswa yang masih kurang serta siswa yang belum menguasai ilmu tajwid dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, maka siswa akan semakin lebih mengetahui dan paham tentang membaca dan menghafal Al-Qur’an yang sesuai dnegan kaidah ilmu tajwid. Sedangkan, kelemahan metode talaqqi adalah dari faktor siswanya sendiri yang mana ada beberapa siswa yang belum menguasai ilmu tajwid dengan baik seperti panjang pendek, pengucapan makhraj misalnya pengucapan antara huruf Syin dan Sin. Kelemahan yang lainnya adalah siswa mudah bosan ketika diajarkan tahfidz oleh gurunya serta siswa yang tidak menyetorkan hafalan kepada gurunya akan bersendau gurau dengan teman disampingnya. Kelebihan dan Kekurangan .....(Ratnasari DW & Yosina M) 191 JPPD, 5, (2), hlm. 185 - 192 Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kelemahan saat mengimplementasikan metode talaqqi adalah memeriksa bacaan siswa, mengontrol perkembangan hafalan siswa, dengan disimak satu-persatu, mendatangi ke meja siswa yang dirasa masih mengalami kesulitan dalam menghafal serta dengan membentuk kelas homogen yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan hafalan siswa yang mana juga dapat meminimalisir sendau gurau siswa juga mengadakan acara-acara yang bisa membangkitkan motivasi hafalan siswa yang dilaksanakan di lapangan sekolah MIM PK Kenteng. Kelebihan dan Kekurangan .....(Ratnasari DW & Yosina M) 192 JPPD, 5, (2), hlm. 185 - 192 DAFTAR PUSTAKA Awaluddin, Iqbal. 2017. “Pelaksanaan Pembelajaran Tahsin dan Tahfidz dengan Metode Talaqqi di SMP Muhammadiyah Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017”. Skripsi. Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Surakarta”. Fatimah, Meti. 2017. “Metode Hafalan Al-Qur’an Kelas V Sekolah Dasar Islam Terpadu Ibnu Umar dan Sekolah Dasar Muhammadiyah Program Khusus Boyolali ahun 2015/2016”. Skripsi. Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hashim, Azmil. 2015. “Corelation between Strategy of Tahfiz Learning Styles and Students Performance in Al-Qur’an Memorization (Hifz)”. Mediterranean Journal of Social. Malaysia: Fakulty of Human Science, Universiti Pendidikan Sultan Idris. Vol. 6, No 2 S5 hal 13-21 ____________. 2016. “Role of Employers in Empowering Lecturers in Tahfiz Institutions of Malaysia”. Mediterranean Jornal of Social. Malaysia: Universiti Pendidikan Sultan Idris. Vol. 6 Issue 1 hal 85-92 Herry, Bahirul Amali. 2013. Agar Orang Sibuk Bisa Menghafal Al-Qur’an. Yogyakarta: Pro-U Media. Makhyaruddin.2016. Rahasia Nikmatnya Menghafal Al-Qur’an. Jakarta: PT. Mizan Publika. Musfiqon. 2015. Panduan Lengkap Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya. Qawi, Abdul. 2017. “Peningkatan Prestasi Belajar Hafalan Al-Qur’an melalui Metode Talaqqi di MTsN Gampong Teungoh Aceh Utara”. Jurnal Ilmiah Islam Futura. Aceh. Vol. 16 No. 2 hal 265-283. Susianti, Cucu. 2016 “Efektivitas Metode Talaqqi dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Anak Usia Dini”. Tunas Siliwangi. Universitas Pendidikan Nasional. Vol 2 No 1 hal 1-19”