Profesi Pendidikan Dasar, Vol. 1, No. 1, Juli 2014: 78-8478 PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE (TTW) PADA SISWA KELAS V MI MUHAMMADIYAH NGASEM KECAMATAN COLOMADU TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Minsih dan Dwi Astuti Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014, 12 Halaman Email minsihbae@gmail.com, minsih@ums.ac.id ABSTRACT This study aims to increase the motivation to learn mathematics through the learning strategy Think-Talk-Write (TTW) fifth grade students of Muhammadiyah Ngasem MI. Subjects were teachers and students of class V. The object of research is learning motiva- tion and learning strategies Think-Talk-Write (TTW). The research process was conducted in two cycles, each cycle consisting of two meetings. Each cycle consists of four stages, namely: planning, action, observation, and reflection. Data collection techniques used through observation, tests, interviews and documentation. Instrument used in this study is the observation sheet, guidance interviews, tests, assessment guidance document data. Data analysis technique used consists of three components, namely: data reduction, data display, and conclusion. Test the validity of using triangulation and triangulation meth- ods. Indicators of success is the achievement of 75% on each of the indicators. The results showed an increase in motivation to learn mathematics. 1) the readiness of students to follow the learning cycle I II 67.2% 80.4% cycle 2) activity of students in a discussion with a friend the first cycle II 65.2% 82.6% cycle 3) the ability of students working on the first cycle 58.7% second cycle 84.8% 4) the courage to ask questions first cycle 50% cycle II 79.2%. The conclusion of this research is the application of learning strategies Think- Talk-Write (TTW) can increase students’ motivation to learn mathematics class V MI Muhammadiyah Ngasem Colomadu District of Academic Year 2013/2014. Keywords: learning motivation, strategy penbelajaran Think-Talk-Write (TTW) PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar untuk me- ngembangkan potensi sumber daya manusia (SDM). Proses pembelajaran di kelas adalah salah satu tahap yang menentukan keberhasilan belajar siswa. Upaya meningkatkan kualitas pen- didikan dan pengajaran dapat dilakukan melalui beberapa komponen seperti siswa, guru, indi- kator pembelajaran, isi pelajaran, metode, me- dia, dan evaluasi. Proses pembelajaran di sekolah, Mate- matika merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari. Matematika adalah suatu ilmu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Melalui ... (Minsih dan Dwi Astusti) 79 Banyak aspek kehidupan ini yang dijalankan ber- dasarkan perhitungan Matematika. Keberhasilan pembelajaran Matematika dinilai dari perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Pro- ses pembelajaran yang dilakukan guru berpe- ngaruh terhadap motivasi belajar siswa. Proses pembelajaran yang efektif, efisien dan bermakna dapat diciptakan oleh seorang guru dengan meng- gunakan strategi pembelajaran yang tepat. Peng- gunaan strategi dan metode pembelajaran yang tepat akan mempengaruhi motivasi belajar siswa. Hasil pengamatan dan wawancara yang di- lakukan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadi- yah Ngasem , siswa kelas V pada mata pelajaran Matematika banyak mengalami kesulitan. Proses pembelajaran Matematika masih cenderung berpusat pada guru, dengan kata lain siswa masih pasif dalam proses pembelajaran. Siswa kurang antusias dan kurang bersemangat, baik dalam bertanya maupun dalam menjawab pertanyaan dari guru saat pembelajaran Matematika. Strategi yang digunakan guru dalam proses pembelajaran kurang bervariasi sehingga membuat siswa me- rasa jenuh. Berdasarkan hasil analisis terhadap ren- dahnya motivasi belajar siswa keas V MI Mu- hammadiyah Ngasem, hal tersebut disebabkan proses pembelajaran yang masih konvensional. Proses pembelajaran cenderung teacher cen- tered sehingga menjadikan siswa pasif. Motivasi belajar dapat meningkat, dibutuhkan suatu pem- belajaran yang efektif dan efisien yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran inovatif yang dapat memecahkan masalah-masalah tersebut. Strategi pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) merupakan alternatif untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar Matematika. Strategi pembela- jaran tersebut merupakan strategi inovatif dengan jenis pembelajaran kooperatif. Strategi Think- Talk-Write (TTW) dapat memberi kontribusi po- sitif dalam meningkatkan motivasi belajar Mate- matika pada siswa kelas V MI Muhammadiyah Ngasem. Alasan penggunakan strategi Think- Talk-Write (TTW) karena strategi ini menekan- kan siswa untuk saling bekerja sama antar ang- gota kelompok. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah Meningkatkan motivasi belajar Matematika me- lalui strategi Think-Talk-Write (TTW) pada siswa kelas V MI Muhammadiyah Ngasem Tahun Pelajaran 2013/2014. KAJIAN TEORI Menurut Uno (2010: 3) motivasi merupa- kan dorongan yang terdapat dalam diri sesorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan- nya. Khairani (2013: 177) menjelaskan bahwa motivasi adalah tenaga pendorong seseorang un- tuk melakukan sesuatu dengan tujuan yang telah ditetapkan. Usaha tekun yang dilakukan oleh se- seorang yang dilandasi adanya motivasi maka akan melahirkan hasil yang baik dan maksimal. Menurut Cronbach dalam Bahruddin dan Esa (2007: 13) “Learning is shown by change in behavior as result of experience”. Motivasi dan belajar merupakan dua aktivitas yang ada di sekolah dan keduanya mempunyai hubungan yang saling berkaitan serta mempengaruhi. Proses belajar seseorang sangat dipengaruhi oleh moti- vasi seseorang didalam kelas. Menurut Uno (2010: 23) Motivasi belajar adalah dorongan in- ternal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator yang mendukung. Menurut Winayawati, dkk (2012: 66) stra- tegi Think-Talk-Write (TTW) diawali dengan pe- serta didik membaca materi yang sudah dikemas dengan pendekatan kontrukvis untuk memahami kontennya (think), kemudian peserta didik meng- komunikasikan untuk mendapatkan kesamaan pemahaman (talk), dan akhirnya diskusi serta negosiasi, peserta didik menuliskan hasil pe- Profesi Pendidikan Dasar, Vol. 1, No. 1, Juli 2014: 78-8480 mikirannya dalam bentuk rangkuman (write). Langkah-langkah Strategi Pembelajaran Think- Talk-Write (TTW): 1) Guru membagikan LKS yang memuat soal yang harus dikerjakan oleh siswa serta pe- tunjuk pelaksanaannya. 2) Peserta didik membaca masalah yang ada dalam LKS dan membuat catatan kecil se- cara individu tentang apa yang ia ketahui dan tidak ketahui dalam masalah tersebut. Ketika peserta didik membuat catatan kecil inilah akan terjadi proses berpikir (think) pada pe- serta didik. Setelah itu peserta didik beru- saha untuk meyelesaikan masalah tersebut secara individu. 3) Guru membagi siswa dalam kelompok kecil (3 - 5 siswa). 4) Siswa berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman satu grup untuk membahas isi catatan dari hasil catatan (talk). Dalam kegiatan ini mereka menggunakan bahasa dan kata-kata yang mereka sendiri untuk menyampaikan ide-ide dalam diskusi. Pemahaman di ba- ngun melalui interaksinya dalam diskusi. Dis- kusi di harapkan dapat menghasilkan solusi atas soal yang di berikan. 5) Dari hasil diskusi, peserta didik secara indi- vidu merumuskan pengetahuan berupa jawa- ban atas soal dalam bentuk tulisan (write). Pada tulisan itu peserta didik menghubung- kan ide-ide yang diperolehnya melalui dis- kusi. 6) Perwakilan kelompok menyajikan hasil dis- kusi kelompok, sedangkan kelompok lain di- minta memberikan tanggapan. 7) Kegiatan akhir pembelajaran adalah mem- buat refleksi dan kesimpulan atas materi yang dipelajari. Sebelum itu dipilih beberapa atau satu orang peserta didik sebagai perwakilan kelompok untuk menyajikan jawabannya, sedangkan kelompok lain diminta memberi- kan tanggapan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di MI Muham- madiyah Ngasem Kecamatan Colomadu. Waktu berlangsungnya penelitian adalah bulan Januari pada semester genap pada Tahun Pelajaran 2013/ 2014. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sesuai dengan variabel yang di- ambil dalam penelitian, jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V MI Muham- madiyah Ngasem. Prosedur penelitian tindakan kelas meliputi: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan atau observasi dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, metode tes, wawancara dan dokumentasi. Instru- men yang digunakanpeneliti dalam penelitian ini adalah, lembar observasi, pedoman wawancara, tes,dan pedoman pengkajian data dokumen. Me- nurut Miles dan Huberman (Kunandar 2011: 102) membagi kegiatan analisis data menjadi bebe- rapa bagian yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi merupakan teknik pengecekan kebsahan data yang didasarkan pada sesuatu di- luar data untuk keperluan mengecek atau sebagai pembanding terhadap data yang telah ada (Afifudin dan Beni, 2009: 155). Dalam penelitian ini, tria- ngulasi yang digunakan adalah: (1) triangulasi me- tode yang merupakan penggunaan berbagai metode untuk meneliti suatu hal, seperti metode wawancara dan metode observasi. Dalam pene- litian ini peneliti melakukan metode wawancara dan observasi.Wawancara dilakukan kepadaguru dan siswa kelas V MI Muhammadiyah Ngasem. Observasi dilakukan saat proses pembelajaran Matematika berlangsung. (2) Triangulasi sumber yaitu menggunakan sumber data yang meliputi dokumentasi, arsip, hasil wawancara dan hasil observasi. Data hasil observasi dari berbagai sumber ini, yakni penggabungan data yang berasal Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Melalui ... (Minsih dan Dwi Astusti) 81 dari guru dan siswa, untuk diketahui kevalidannya. Sumber dokumentasi berupa foto-foto kegiatan pembelajaran dan dokumen pribadi siswa. Sum- ber tes berupa hasil dari tes yang telah diberikan kepada siswa. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, indi- kator keberhasilan yang harus dicapai oleh siswa adalah adanya peningkatan motivasi belajar pada mata pelajaran Matematika sebesar 75% dari masing-masing indikator yang telah ditentukan. HASIL PENELITIAN Penelitian tindakan kelas yang dilak- sanakan di kelas V MI Muhammadiyah Ngasem terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari pertemuan I dan pertemuan II. Motivasi belajar Matematika merupakan fokus yang ditingkatkan dalam penelitian. Motivasi belajar Matematika di- amati melalui empat indikator yaitu: 1) kesiapan siswa mengikuti pembelajaran, 2) keaktifan siswa dalam diskusi dengan teman, 3) kesanggupan sis- wa mengerjakan soal, 4) keberanian siswa dalam mengajukan pertanyaan kepada guru. Hasil pene- litian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar Matematika di setiap siklus melalui pene- rapan strategi pembelajaran Think-Talk-Write (TTW). Keberhasilan strategi pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dapat ditunjukkan pada perbandingan motivasi belajar pra siklus, siklus I, dan siklus II pada tabel berikut. Tabel 1. Data Peningkatan Motivasi Belajar Siswa No Indikator Motivasi Belajar Pra Siklus Siklus I Siklus II 1 Kesiapan siswa mengikuti pembelajaran 56,5% 67,3% 80,4% 2 Keaktifan siswa dalam diskusi dengan teman 52,2% 65,2% 82.6% 3 Kesanggupan siswa mengerjakan soal 47,8% 58,7% 84,8% 4 Keberanian siswa dalam mengajukan pertanyaan kepada guru 40% 50% 79,2% Rata-rata 49,2% 60,3% 81,7%   Profesi Pendidikan Dasar, Vol. 1, No. 1, Juli 2014: 78-8482 Grafik dan tabel diatas menunjukkan bah- wa pada hasil observasi pra siklus motivasi belajar masih rendah. Rata-rata motivasi belajar yang di- miliki siswa pada pra siklus 49,2%. Pelaksanaan siklus I mengalami peningkatan sebesar 60,3%. Hasil yang dicapai pada siklus I sudah menun- jukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan, namun perlu adanya perbaikan pada siklus berikutnya karena nilai yang dicapai belum mencapai batas indikator keberhasilan. Pelaksa- naan siklus II menunjukkan bahwa siswa menga- lami peningkatan motivasi belajar Matematika dengan rata-rata 81,7%. Guru melakukan evaluasi setiap akhir siklus I dan siklus II. Evaluasi bertujuan untuk menge- tahui kemampuan siswa dari segi kemampuan mengerjakan soal secara individu. Berikut disaji- kan perbandingan hasil belajar siswa dari pra siklus, siklus I dan siklus II: Gambar 1. Grafik Perbandingan Motivasi Belajar Tabel 2. Perbandingan Evaluasi Belajar Matematika NO NAMA KKM NILAI PRA SIKLUS SIKLUS I SIKLUS II KETERANGAN 1 Fitri Nur Cahyani 65 63 70 70 Tuntas 2 Wahyuningsih 65 70 70 70 Tuntas 3 Rendra Esa A. 65 74 75 100 Tuntas 4 Faiqotul Hanifah 65 60 70 70 Tuntas 5 Dela Putri Meilani 65 62 60 75 Tuntas 6 Mukadimah Cinta 65 75 50 75 Tuntas 7 Siti Nur Halizah 65 80 100 100 Tuntas 8 Shifa Khairun Nisa 65 68 75 85 Tuntas Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Melalui ... (Minsih dan Dwi Astusti) 83 Dari tabel diatas menunjukkan adanya peningkatan evaluasi belajar matematika siswa kelas V MI Muhammadiyah Ngasem dari pra siklus terdapat 47,8% siswa yang tuntas, siklus I 65,5% siswa yang tuntas dan siklus II 82,6% siswa yang tuntas. Dapat disimpulkan bahwa penelitian berhasil. Perbandingan nilai hasil belajar Matematika, dapat dilihat pada grafik berikut ini : NO NAMA KKM NILAI PRA SIKLUS SIKLUS I SIKLUS II KETERANGAN 9 Nanda Nur Y 65 60 45 70 Tuntas 10 Anisa Istiqomah 65 85 100 100 Tuntas 11 Nur Muhammad R. 65 66 70 80 Tuntas 12 Atika Dwi Ningsih 65 50 30 35 Belum Tuntas 13 Muhammad Hafidz 65 74 70 100 Tuntas 14 Abdul Zakifadilah 65 60 70 70 Tuntas 15 Fard Aulia Hakim 65 76 70 75 Tuntas 16 Hasyim As'ari 65 70 75 90 Tuntas 17 Alvito Rian R 65 50 50 50 Belum Tuntas 18 Dhanis Syafi'i J 65 60 90 100 Tuntas 19 Ahmad Febrianto 65 55 35 50 Belum Tuntas 20 Yumna Rada S 65 58 40 60 Belum Tuntas 21 Rosy Mutia Sari 65 60 35 70 Tuntas 22 Wawan Nugroho 65 70 70 70 Tuntas 23 Rofi’ Nafi’ah 65 65 85 85 Tuntas Rata-rata Ketuntasan 47,8% 65,5% 82,6%   Gambar 2. Prosentase Perbandingan Nilai Evaluasi Profesi Pendidikan Dasar, Vol. 1, No. 1, Juli 2014: 78-8484 Grafik diatas menunjukkan adanya pe- ningkatan evaluasi siswa yang signifikan setelah diadakan penelitian tindakan kelas siklus I dan siklus II pada mata pelajaran Matematika kelas V MI Muhammadiyah Ngasem melalui pene- rapan strategi Think-Talk-Write (TTW). Berdasarkan penjelasan diatas dapat di- ketahui bahwa motivasi belajar yang didukung hasil evaluasi belajar Matematika dalam setiap tindakan mengalami peningkatan. Dari pencapai- an tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan pe- nerapan strategi Think-Talk-Write (TTW) mam- pu meningkatkan motivasi belajar Matematika materi pecahan. KESIMPULAN Hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Melalui strategi Think-Talk-Write (TTW) dapat meningkatkan motivasi belajar Mate- matika siswa kelas V MI Muhammadiyah Ngasem dengan aspek : kesiapan siswa me- ngikuti pembelajaran 80,4%, keaktifan sis- wa dalam diskusi dengan teman 82,6%, ke- sanggupan siswa mengerjakan soal 84,8%, keberanian siswa dalam mengajukan per- tanyaan kepada guru 79,1%. 2. Berdasarkan uraian no 1 disimpulkan bahwa strategi Think-Talk-Write (TTW) dapat me- ningkatkan motivasi belajar siswa, maka hi- potesis diterima. Hal ini membuktikan bahwa strategi Think-Talk-Write (TTW) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V MI Muhammadiyah Ngasem yang ber- dampak pada hasil evaluasi belajar siswa yang meningkat yaitu pra siklus 47,80%, siklus I 65,50%, dan siklus II 82,60%. DAFTAR PUSTAKA Afifiddin dan Beni Ahmad Saebani. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Pustaka Setia. Baharuddin dan Esa Nurwahyuni. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Ar-Ruzz Media. Khairani, Makmun. 2013. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Aswaja Pressindo. Kunandar. 2011. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT Rajawali Pers. Uno, B Hamzah. 2010. Teori Motivasi & Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara. Winayawati, dkk. 2012. Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif dengan Strategi Think- Talk-Write Terhadap Kemampuan Menulis Rangkuman dan Pemahaman Matematis Materi Integral. Forum Penelitian (66-67). Page 1 Page 2