Analisis Soal HOTS......(Wasifatun N & M. Agung R) 15 JPPD, 7, (1), hlm. 15 - 24 Vol. 7, No. 1, Juli 2020 PROFESI PENDIDIKAN DASAR e-ISSN: 2503-3530 p-ISSN: 2406-8012 DOI: doi.org/10.23917/ppd.v1i1.9652 ANALISIS SOAL HOTS PADA BUKU SISWA TOKOH PENJELAJAH ANGKASA LUAR Wasifatun Najiroh1), Muhammad Agung Rokhimawan2) 1)Program Magister S2 PGMI, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; 2)PGMI FITK, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 1)wasifatuna@gmail.com; 2)Rokhimawan78@gmail.com PENDAHULUAN Perkembangan dunia pendidikan dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Seiring dengan perubahan yang terjadi, kurikulum juga mengalami perubahan, kurikulum yang digunakan saat ini yaitu kurikulum 2013, pada kurikulum 2013 ini menunut peserta didik untuk aktif, kreatif dan berpikir kritis karena perkembangan pendidikan yang semakin maju. Menurut Wantoro (2019) peserta didik dituntut semakin aktif dalam proses belajar mengajar dengan adanya perkembangan pendidikan. Namun pada kenyataannya peserta didik di Indonesia khususnya di jenjang sekolah dasar hanya mampu mengingat istilah yang umum dan menarik kesimpulan yang sederhana. Pada akhirnya peserta didik kesulitan menjawab soal uraian yang memerlukan pemikiran yang lebih tinggi. Ditinjau dari kegunaannya, buku atau bahan ajar yang digunakan untuk peserta didik adalah membantu mempermudah peserta didik dalam proses belajar mengajar. Maka sudah seharusnya, dalam buku atau bahan ajar tersebut terdapat komponen soal yang memicu peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu seorang pendidik dituntut memunculkan sikap berpikir kritis peserta didik dengan menyusun butir soal tingkat tinggi yang mampu merangsang peserta didik dengan Abstract: This study aims to describe the evaluation questions, find out the form of the questions and show HOTS questions in the Thematic book with indicators analyzing (C4), evaluating (C5) and creating (C6) the questions in the thematic books. This study includes a qualitative approach with the subject of evaluation questions on the Thematic student book subtheme character explorer space. Content content analysis is an analysis technique used in research. The results of the analysis of HOTS questions on the book class VI students of the space explorer sub-theme that there are 120 items with 63 items are questions with the cognitive realm of higher order thinking or Higher Order Thinking Skills (HOTS). 57 items are questions with the cognitive realm of low thinking or Lower Order Thinking Skills (LOTS). Keywords: HOTS, outer Space, student Book http://dx.doi.org/10.23917/ppd.v1i2.8710 mailto:wasifatuna@gmail.com mailto:Rokhimawan78@gmail.com Analisis Soal HOTS......(Wasifatun N & M. Agung R) 16 JPPD, 7, (1), hlm. 15 - 24 evaluasi materi kurikulum 2013. Hakekatnya kurikulum merupakan seperangkat rencana pembelajaran yang berisi tujuan, isi dan bahan pelajaran yang digunakan sebagai pedoman untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar agar tujuan akhir pembelajaran dapat tercapai (Suyatmini, 2017). Menurut Elwin Sulistya (2015) pembelajaran pada Kurikulum 2013 di SD menggunakan tematik integrative yaitu merupakan penggabungan dari beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema. Pembelajaran yang tergabung dalam buku tematik di sekolah dasar antara lain matematika, SBdP, IPA, IPS, PPKn dan bahasa Indonesia. Pembelajaran tematik diimplementasikan pada buku pelajaran sebagai sumber belajar. Buku pelajaran yang digunakan di sekolah dasar yaitu buku siswa dan buku guru. Menurut Hasrawati (2016) bukua ajar siswa adalah buku acuan bagi peserta didik yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan mencakup materi pembelajaran untuk melakukan kegiatan dalam proses belajar mengajar. Sedangkan menurut Sahrul Asri (2017) buku siswa merupakan buku yang membantu peserta didik mengonstruksi pemahaman dalam pembelajaran di kelas sedangkan buku guru merupakan buku untuk pendidik memberikan arahan kepada peserta didik dan kedua buku tesebut memiliki hubungan yang sangat erat, sehingga keduanya tidak dapat dilepaskan. Pada buku guru dan siswa kelas VI tema 9 subtema 3 tokoh penjelajah angkasa luar terdapat latihan soal evaluasi. Soal yang terdapat pada buku tersebut berupa soal dengan standar kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills). Menurut Saputra (2016) HOTS adalah sebuah proses berpikir peserta didik dalam level kognitif yang lebih tinggi kemudian dikembangkan dari bermacam-macam konsep dan metode kognitif dengan taksonomi yang lebih tinggi. Menurut Widodo (2013) kemampuan peserta didik pada HOTS meliputi keterampilan menyelesaikan masalah, berpikir kritis, menyampaikan argumen dan mampu mengambil keputusan dengan begitu peserta didik dapat membedakan gagasan atau ide pokok secara jelas, menyampaikan argumen dengan baik, dapat memecahkan masalah, mengkonstruksi penjelasan serta memahami hipotesis hal-hal rumit menjadi lebih jelas dengan level kognitif. Proses kognitif pada soal evaluasi buku siswa mencakup enam level yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Level mengingat (C1), memahami (C2) dan mengaplikasikan (C3) termasuk dalam kategori keterampilan berpikir tingkat rendah (LOTS) sedangkan menganalisis (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6) termasuk dalam kategori keterampilan tingkat tinggi (HOTS). Menurut Setiawati (2019) keterampilan tingkat tinggi (HOTS) pada evaluasi pembelajaran terlihat melalui soal-soal pada buku siswa, soal yang diberikan pada level menganalisis C4 sampai level mencipta (C6). Jadi, dalam proses pembuatan soal pendidik dapat berdasar pada KKO yang sudah dirumuskan dari beberapa level kognitif. Penelitian-penelitian yang relevan sudah dipublikasi oleh beberapa penelitian dalam jurnal, misalnya penelitian yang dilakukan oleh Setiawati (2019) tentang analisis Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal Analisis Soal HOTS......(Wasifatun N & M. Agung R) 17 JPPD, 7, (1), hlm. 15 - 24 bahasa Indonesia. Kontribusi penelitian tersebut dengan penelitian yang akan dilakukan adalah sama-sama melakukan penelitian tentang analisis soal HOTS pada siswa sekolah dasar. Sedangkan perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tersebut menganalisis soal bahasa Indonesia dan penelitian yang akan dilakukan adalah menganalis soal IPA. Penelitian lainnya adalah penelitian Wirandani (2019) tentang analisis butir soal HOTS (High Order Thinking Skill) pada soal ujian sekolah kelas XII mata pelajaran bahasa Indonesia di SMK An-Nahl. Kontribusi penelitian tersebut dengan penelitian yang akan dilakukan adalah sama-sama menganalisis soal HOTS. Sedangkan perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tersebut dilakukan di SMK. Dengan dasar inilah yang mendorong peneliti untuk menganalisis soal HOTS pada buku siswa kelas 6 subtema 3 yaitu Tokoh Penjelajah Angkasa Luar. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif jenis content analysis. Menurut Wirandani (2019) metode kualitatif merupakan metode yang digunakan untuk memaparkan dan mengungkapkan suatu gejala yang terjadi di lapangan secara natural atau alami. Subjek penelitian adalah soal evaluasi buku siswa kelas VI subtema tokoh penjelajah angkasa luar, objek penelitian adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi atau catatan suatu peristiwa yang sudah terjadi sebagai bukti suatu kejadian, pada penelitian ini dokumentasi yang diambil berupa gambar soal evaluasi dalam buku siswa kelas VI subtema tokoh penjelajah angkasa luar. Instrumen pengumpulan data adalah alat dokumentasi berupa kamera untuk mengambil gambar hasil observasi. Menurut Rahmadani (2018) teknik analisis data dilakukan dengan memilih level kognitif pada instrumen yang digunakan oleh pendidik saat melakukan evaluasi proses belajar mengajar. Oleh karena itu analisis deskriptif kualitatif digunakan sebagai teknik analisis dengan jenis analisis isi atau content analysis dengan langkah sebagai berikut: a) mengelompokkan butir soal subtema tokoh penjelajah angkasa luar yang termasuk kedalam kategori ranah kognitif berpikir tingkat tinggi (HOTS) yaitu dengan mengelompokkan berdasarkan level C4, C5, C6; b) menyajikan data deskriptif kualitatif meliputi proses mengklasifikasi, mengidentifikasi, mengategorikan dan menarik kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Mengetahui Bentuk Soal dalam Buku Siswa Subtema Tokoh Penjelajah Angkasa Luar Menurut Srika Ningsih (2018) soal tes yang baik adalah soal yang dapat menilai apa yang akan dinilai dan yang seharusnya dinilai. Buku siswa kelas VI tema 9 subtema tokoh penjelajah angkasa luar merupakan buku BSE peserta didik revisi 2018 karangan Diana Karitas, Ari Subekti, Heri Kusumawati dan Fransisca Susilowati berisi 3 subtema Analisis Soal HOTS......(Wasifatun N & M. Agung R) 18 JPPD, 7, (1), hlm. 15 - 24 dengan tema besar yaitu luar angkasa. Subtema pertama yaitu keteraturan yang menakjubkan, subtema kedua yaitu benda angkasa luar dan rahasianya kemudian subtema ketiga adalah tokoh penjelajah angkasa luar. Pada penelitian ini, peneliti mengambil subtema ketiga yaitu tokoh penjelajah angkasa luar dengan 6 pembelajaran, setiap pembelajaran terdiri dari beberapa butir soal dan bentuk soal uraian. Soal HOTS terdapat pada pembelajaran 1 yang terdiri dari 7 butir soal, pembelajaran 2 terdiri dari 10 butir soal, pembelajaran 3 terdiri dari 11 butir soal, pemelajaran 4 terdiri dari 11 butir soal, pembelajaran 5 terdiri dari 11 butir soal dan pembelajaran 6 terdiri dari 13 butir soal. Keseluruhan soal HOTS yaitu 63 butir soal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan sebagian besar soal pada buku siswa subtema tokoh penjelajah angkasa luar termasuk dalam soal berpikir tingkat tinggi (HOTS). Soal HOTS atau Higher Order Thinking Score yang banyak ditemukan menunjukkan bahwa peserta didik harus mampu berpikir tingkat tinggi level menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Banyak ditemukan soal HOTS yang hampir sama tetapi beda sub bahasan nya. Contohnya terdapat pada halaman 34 dan 83 yaitu membuat gambaran tokoh. Kemudian indikator menganalisis sub indikator pada bentuk soal yaitu kemampuan peserta didik menganalisis suatu bacaan dengan informasi penting yang diperoleh dan cara peserta didik membedakan atau kesamaan perisitiwa penting yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan cerita fiksi. Sub indikator mengidentifikasi yaitu kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi suatu peristiwa dan mengenali bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi serta terkait satu sama lain sehingga membentuk suatu struktur yang padu. Contohnya pada soal halaman 39 yaitu tentang satelit dan apa yang akan terjadi dengan benda langit tersebut. Sub indikator menghubungkan yaitu kemampuan peserta didik berpendapat, menentukan sudut pandang dari suatu peristiwa satu dengan peristiwa lain sehingga didapatkan nilai atau tujuan dari peristiwa tersebut. Contohnya pada soal halaman 11 yaitu tentang memberikan pendapat tentang seorang tokoh. Bentuk soal dengan sub indikator mengevaluasi yaitu kemampuan peserta didik memeriksa, menguji kekurangan dan kelebihan suatu peristiwa berdasarkan kriteria yang ada sehingga dapat dijadikan masukan untuk kedepannya. Contohnya pada soal halaman 138 yaitu melakukan wawancara dengan salah satu anggota kelompok kemudian dibuat laporan hasil wawancara. Sub indikator mengkritik yaitu kemampuan peserta didik menilai suatu peristiwa yang didukung dengan fakta yang akurat untuk dijadikan bahan perbaikan. Sub indikator mencipta yaitu kemampuan peserta didik membuat suatu karya yang memenuhi kriteria tertentu. Bentuk soal dengan indikator merencanakan yaitu kemampuan peserta didik menggunakan metode untuk menyelesaikan masalah secara jelas, spesifik dan realistis. Contohnya soal pada halaman 92 yaitu menggambarkan cerita fiksi untuk mengetahui rangkaian peristiwa di dalamnya tentang konflik yang dihadapi kemudian gambar tersebut ditukarkanlah dengan teman yang lain dan diberi pendapat oleh mereka. Sub indikator memproduksi yaitu kemampuan peserta didik Analisis Soal HOTS......(Wasifatun N & M. Agung R) 19 JPPD, 7, (1), hlm. 15 - 24 untuk membuat suatu karya dengan tindak lanjut dari perencanaan. Berdasarkan sub indikator tersebut, soal HOTS yang dibuat dengan tujuan memunculkan potensi peserta didik agar lebih terpacu untuk semakin berkembang dengan membiasakan peserta didik menyelesaikan soal yang menantang. Mendeskripsikan Soal dalam Buku Siswa Subtema Tokoh Penjelajah Angkasa Luar Menurut Khaldun (2019) kurikulum terbaru yang digunakan saat ini yaitu kurikulum 2013 memfokuskan seorang pendidik mempunyai keterampilan dalam menyusun soal evaluasi HOTS untuk melatih peserta didik berpikir kritis. Jumlah soal evaluasi pada subtema tokoh penjelajah angkasa luar 120 butir soal uraian. Keseluruhan butir soal menunjukkan 63 butir soal merupan soal dengan ranah kognitif berpikir tinggi (HOTS) yang terdiri dari sub indikator menganalisis (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6). Menurut Kurniati (2016) untuk mengenali kompetensi peserta didik secara komperehensif maka dibedakan menjadi kemampuan kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS) dan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat jenis butir soal tingkat tinggi atau HOTS pada buku siswa subtema tokoh penjelajah angkasa luar. Keseluruhan butir soal 120 terdiri dari 63 soal dengan ranah kognitif tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Score (HOTS) sub indikator menganalisis (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6). Sisa dari keseluruhan soal merupakan butir soal kognitif tingkat rendah atau Lower Order Thinking Score (LOTS) dengan sub indikator mengingat (C1), memahami (C2) dan mengevaluasi (C3). Menurut Eka Sri (2017) menganalisis setiap butir soal level ranah kognitif dilakukan dengan cara menyesuaikannya dengan KKO pada taksonomi Bloom. Butir soal pada setiap pembelajaran dengan bentuk soal uraian yaitu pembelajaran satu terdiri dari 16 butir soal, pembelajaran dua terdiri dari 22 butir soal, pembelajaran tiga terdiri dari 24 butir soal, pembelajaran empat terdiri dari 26 butir soal, pembelajaran lima terdiri dari 13 butir dan pembelajaran enam terdiri dari 19 butir soal. Berdasarkan sub indikator menganalisis (C4), mengevalusi (C5) dan mencipta (C6) sebagai berikut. a. Menganalisis (C4) Menurut Rochman (2018) menganalisis pada soal HOTS dilakukan untuk mengetahui highest level peserta didik dalam level menganalisis. Terdiri atas sub indikator yaitu kemampuan peserta didik menganalisis suatu bacaan dengan informasi penting yang diperoleh. Cara peserta didik membedakan atau kesamaan perisitiwa penting yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan cerita fiksi, mengidentifikasi suatu peristiwa dan mengenali bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi serta terkait satu sama lain sehingga membentuk suatu struktur yang padu serta kemampuan peserta didik berpendapat. Menentukan sudut pandang dari suatu peristiwa satu dengan Analisis Soal HOTS......(Wasifatun N & M. Agung R) 20 JPPD, 7, (1), hlm. 15 - 24 peristiwa lain sehingga didapatkan nilai atau tujuan dari peristiwa tersebut. Menganalisis terdapat 34 butir soal pada pembelajaran 1 hingga 6. Menganalisis terdapat pada pembelajaran 1 dengan 3 butir soal yaitu sub indikator menganalisis pengelompokan sistem tata surya butir soal halaman 142, menganalisis mengapa manusian melakukan usaha penemuan sesuatu yang baru butir soal halaman 148 dan menganalisis sikap yang diperlukan untuk melakukan penemuan baru pada halaman 148. Pembelajaran 2 dengan 6 butir soal sub indikator menganalisis fungsi, penemu teleskop dan kegiatan dengan teleskop pada halaman 149, menganalisis peristiwa yang terjadi dalam cerita dengan diagram pada halaman 153, menganalisis nilai dan sikap yang didapatkan dari para tokoh penemu benda luar angkasa pada halaman 158. Pembelajaran 3 terdapat 8 butir soal yaitu menganalisis bagaimana astronomy menuju bulan pada halaman 160, menganalisis cerita yang terjadi di sekeliling kita, menganalisis cerita pengalamanmu pada halaman 166, menganalisis dampak peristiwa yang terjadi pada halaman 169 dan menganalisis dampak dan pengaruh modernisasi pada halaman 170. Pembelajaran 4 terdapat 7 butir soal yaitu menganalisis perbandingan menggunakan transportasi pada halaman 174, menganalisis dampak modernisasi transportasi udara dan air pada halaman 175, menganalisis persamaan dan perbedaan cerita fiksi dengan pengalamanmu pada halaman 177, menganalisis diagram venn tentang persamaan dan perbedaan cerita fiksi dengan pengalamanmu pada halaman 178, menganalisis artikel dengan mencari dampak persatuan dan kesatuan terhadap masyarakat sekitar pada halaman 182-183. Pembelajaran 5 terdiri dari 7 butir soal yaitu menganalisis bacaan rahasia di luar angkasa pada halaman 185, menganalisis bagian cerita fiksi yang paling disukai pada halaman 190, menganalisis persamaan dan perbedaan cerita fiksi dan pengalanmu pada halaman 190-191, menganalisis penemu luar angkas yang paling dikagumi pada halaman 195 dan menganalisis nilai yang dapat diambil dari penemu yang dikagumi pada halaman 195. Pembelajaran 6 terdiri dari 3 butir soal yaitu menganalisis bacaan apa hal yang diperlukan untuk menjadi astronot pada halaman 198, menganalisis cerita fiksi tentang kerja bakti pada halaman 203 dan menganalisis nilai yang perlu dimiliki astronot yang tinggal diluar angkasa pada halaman 203. b. Mengevaluasi (C5) Soal HOTS mewajibkan peserta didik melakukan evaluasi atas fakta-fakta yang ada (Hasyim, 2019). Oleh karena itu mengevaluasi merupakan kemampuan peserta didik memeriksa, menguji kekurangan dan kelebihan suatu peristiwa berdasarkan kriteria yang ada sehingga dapat dijadikan masukan untuk kedepannya dengan mengkritik yaitu kemampuan peserta didik menilai suatu peristiwa yang didukung dengan fakta yang akurat untuk dijadikan bahan perbaikan. Pembelajaran Mengevaluasi terdapat 23 butir soal. Pembelajaran 1 terdapat 4 butir soal yaitu mengevaluasi dengan membuat kesimplan pada bacaan penemuan Gallileo pada halaman 144, mengevaluasi Analisis Soal HOTS......(Wasifatun N & M. Agung R) 21 JPPD, 7, (1), hlm. 15 - 24 pesan yang disampaikan dari cerita kesempatan yang hilang pada halaman 147 dan mengevaluasi keterampilan yang diperlukan untuk melakukan penemuan baru pada halaman 148. Pembelajaran 2 terdiri dari 3 butir soal yaitu menceritakan pengalaman serupa dengan cerita yang telah dibuat pada halaman 154, menarik kesimpulan tentang patung yang disukai dan ingin dibuat pada halaman 155, mendiskusikan dengan orang tua tentang alat yang belum ditemukan hingga kini pada halamaan 158. Pembelajaran 3 terdapat 3 butir soal yaitu mengevaluasi dengan membuat kesimpulan dari dampak modernisasi pada halaman 163, mempresentasikan cerita yang terjadi disekeliling pada halaman 166 dan mengevaluasi isi cerita dari majalah pada halaman 170. Pembelajaran 4 terdiri dari 4 butir soal yaitu mengevaluasi dengan membuat kesimpulan tentang dampak modernisasi transportasi udara dan air pada halaman 175, mempresentasikan dengan diagram venn persamaan dan perbedaan cerita fiksi dengan pengalamanmu pada halaman 178, mempresentasikan dampak persatuan dan kesatuan terhadap masyarakat sekitar pada halaman 182 dan mendiskusikan transportasi yang menjadi pilihan jika bepergian dengan keluarga pada halaman 183. Pembelajaran 5 terdiri dari 3 butir soal yaitu mempresentasikan model sistem tata surya yang telah dibuat pada halaman 188, mempresentasikan karangan yang berbeda dari cerita fiksi pada halaman 192 dan diskusi permainan ular tangga pada halaman 195. Pembelajaran 6 terdiri dari 6 butir soal menyimpulkan penemuan yang dilakukan sebelum manusia dikirim ke luar angkasa pada halaman 197, membuat kesimpulan tentang persamaan dan perbedaan cerita fiksi pada halaman 199, mengevaluasi scenario drama bermain peran pada halaman 203, mengevaluasi nilai yang perlu dimiliki astronot yang tinggal di luar angkasa pada halaman 203, mengembangkan sikap dan keterampilan yang perlu dikembangkan selama pembelajaran dan mengevaluasi hal yang perlu ditingkatkan pada halaman 203. c. Mencipta (C6) Rofiah (2013) menggolongkan aspek berpikir kreatif berupa keterampilan mencipta. Mencipta yaitu kemampuan peserta didik membuat suatu karya yang memenuhi kriteria tertentu. Mencipta terdapat 6 butir soal yang terdapat pada pembelajaran 2 membuat planet 3 dimensi dengan balon pada halaman 151, pembelajaran 5 membuat model tata surya pada halaman 188, pembelajaran 6 membuat roket dengan bahan bekas pada halaman 192, membuat scenario drama pada halaman 203, bermain peran pada halaman 203 dan membuat perencanaan untuk membantu meningkatkan nilai, sikap dan keterampilan pada halaman 204. Menurut Wahidmurni (2018) level penalaran soal kognitif tingkat tinggi (HOTS) memuat aspek menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mengkreasi (C6). Dalam penelitian ini memakai level ranah kognitif dengan menganalisis soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada buku siswa kelas 6 subtema tokoh penjelajah angkasa luar yang memuat indikator menganalisis (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6). Hasil penelitian terhadap soal evaluasi pada buku siswa kelas 6 tema 9 subtema tokoh Analisis Soal HOTS......(Wasifatun N & M. Agung R) 22 JPPD, 7, (1), hlm. 15 - 24 penjelajah angkasa luar menunjukkan jumlah keseluruhan butir soal untuk analisis tingkat tinggi (HOTS) lebih banyak daripada butir soal kognitif tingkat rendah (LOTS). Sesuai dengan standar pada kurikulum 2013 yaitu dengan adanya soal kognitif tingkat tinggi akan meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik secara kreatif. Bentuk soal dan penjelasan yang rinci pada buku siswa membantu peserta didik di SD N Kintelan 2 Yogyakarta merespon soal HOTS dengan cukup baik. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuniar (2015) yang menjelaskan bahwa dalam menganalisis soal HOTS dilakukan setelah data terkumpul kemudian data diolah dan analisis data observasi diinterpretasikan untuk menjawab permasalahan penelitian. Kemudian pengolahan data dilakukan dengan menganalisis kecocokan soal dengan kriteria ranah kognitif indikator HOTS. Hasil pengolahan data berupa observasi dan dokumentasi kemudian digabungkan dan digunakan oleh peneliti sebagai data yang pasti untuk menjawab rumusan masalah. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada buku siswa kelas VI tema 9 subtema tokoh penjelajah angkasa luar dapat disimpulkan: Bentuk soal evaluasi pada buku siswa subtema tokoh penjelajah angkasa luar terdiri dari 6 pembelajaran dan keseluruhan 120 butir soal dengan bentuk uraian dengan 63 butir soal HOTS dan 57 butir soal LOTS. Butir soal yang terdapat pada subtema tokoh penjelajah angkasa luar sebagian besar terdiri dari ranah kognitif tingkat tinggi (HOTS) dengan indikator menganalisis (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6). Presentase untuk soal HOTS indikator menganalisis (C4) yaitu berjumlah 34 butir soal, mengevaluasi (C5) berjumalh 23 butir soal dan mencipta (C6) berjumlah 6 butir soal. Analisis Soal HOTS......(Wasifatun N & M. Agung R) 23 JPPD, 7, (1), hlm. 15 - 24 DAFTAR PUSTAKA Hasrawati. Perangkat Pembelajaran Tematik di SD. Jurnal AULADUNA: Pendidikan Dasar Islam, Vol.3 No.1, hlm.37-49. Hasyim, M., & Kusuma, F. 2019. Analisis High Order Thinking Skill (HOTS) Siswa dalam Menyelesaikan Soal Open Ended Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika, Vol.5 No.1, hlm.55-64. Khaldun, H & Utami, L. 2019. Pengembangan Soal Kimia Higher Order Thinking Skills Berbasis Komputer dengan Wondershare Quiz Creator Materi Hidrolisis Garam dan Larutan Penyangga. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Jurnal of Science Indonesia), Vol.7 No.2, hlm.132-142 Kurniati, D, Harimukti, R, & Asiyah, N. 2016. Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMP di Kabupaten Jember dalam Menyelesaikan Soal Berstandar PISA. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Vol.20 No.2, hlm.142-155. Ningsih, S., & Yusrizal. 2018. Analisis Butir Soal Ujian Bahasa Indonesia Buatan Guru MTsN di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Master Bahasa, Vol.6 No.2, hlm.195-202. Rahmadani, R., Ahda, Y., & Rahmawati. 2018. Analisis Aspek Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi pada Instrumen Penilaian Materi Protista untuk Peserta Didik SMA/MA Kelas X. Jurna Biodik, Vol.4 No.1, hlm.8-17. Rochmah, N., & Widi, A. 2015. Analisis Soal Tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) dalam Soal UN Kimia SMA Rayon B Tahun 2012/2013. Jurnal Kaunia, Vol.11 No.1, hlm.27- 39. Rochman & Hartoyo, Z. 2018. Analisis High Order Thinking Skills (HOTS) Taksonomi Menganalisis Permasalahan Fisika. Jurnal SPEJ (Science and Physics Education Jurnal), Vol.1 No.2, hlm.78-88. Rofiah, E., Aminah, N.S., & Ekawati. 2013. Penyusunan Instrumen Tes Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika pada Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Fisika, Vol.1 No.2, hlm.17-22. Saputra, H. (2016). Pengembangan Mutu Pendidikan Menuju Era Globalisasi: Penguatan Pembelajaran dengan Penerapan HOTS (High Order Thinking Skills). Bandung: SMILE’s Publishing. Setiawati, S. 2019. Analisis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Siswa Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Soal Bahasa Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan KALUNI, Vol.2, hlm.552-227. Sri, E., Khaldun Ibnu., & Sulastri. 2017. Analisis Soal-Soal Ujian Materi Stoikiometri SMA Negeri Kota Banda Aceh. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Indonesia), Vol.5 No.2, hlm. 73-79. Sulistya E, Yusuf A. 2015. Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Manajemen Pendidikan, Vol.24 No.5, hlm. 414-423. Analisis Soal HOTS......(Wasifatun N & M. Agung R) 24 JPPD, 7, (1), hlm. 15 - 24 Suyatmini. 2017. Implementasi Kurikulum 2013 pada Pelaksanaan Pembelajaran Akuntansi di Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, Vol.27 No.1, hlm.60-68. Wahidmurni. 2018. Pengembangan Penilaian untuk Mengukur Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Workshop Pengembangan Penilaian Kurikulum 13 Bagi Guru-Guru Madrasah Aliyah Negeri Batu Tanggal 13 Juli 2018. Wantoro, J, dkk. 2019. Pengembangan Instrumen Penilaian Pendidikan Profesi Guru Sekolah Dasar Bebasis HOTS. Jurnal Profesi Pendidikan. Vol.6 No.1, hlm.11-20. Widodo, T. 2013. High Order Thinking Berbasis Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Berorientasi Pembentukan Karakter Siswa. Jurnal Cakrawala Pendidikan, Vol.32 No.1, hlm.61-171. Wirandani, T. 2019. Analisis Butir Soal HOTS (High Order Thinking Skill) pada Soal Ujian Sekolah Kelas XII Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMK An-Nahl. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Vol.2 No.4, hlm.485-494.