Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara P-ISSN 2085-6555 Vol 10 No.2 | Desember 2018: 96-107 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ________________ ________________________________________________________ Rahayu Kusumadewi & Veren Virginia 96 Analisis Aset Pemerintah Daerah Kota Bandung Analisis Aset Pemerintah Daerah Kota Bandung 1Rahayu Kusumadewi, 2Veren iVirginia 1Administrasi iPublikiFakultas iIlmu iSosial idan iIlmu iPolitik UIN iSunan iGunung iDjati iBandung; rahayukusumadewi@yahoo.com 2Administrasi iPublikiFakultas iIlmu iSosial idan iIlmu iPolitik UIN iSunan iGunung iDjati iBandung; verenvirginiakandio@gmail.com Abstract Local government assets are one of the elements of the regional government balance sheet. Asset informaton in the balance sheet, describes the conditons of economic wealth owned by the local government. However, in the Bandung City Revenue Management Agency SKPD report, there was a decrease in the absolute value of the asset component, namely in the account of fixed assets, current assets and total assets. The purpose of the study was to analyze assets in the BPPD Bandung financial statements after a change in nomenclature, and to find out how the financial condition of Bandung BPPD, the ability of Bandung BPPD fulfill its obligations, and any indcators underlying the declnei in assets using ratios, includng; (1) Liquidty Ratoi, (2) Solvability Ratoi; and (3) Debt Ratio. Using descriptive- qualitative methods. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The results of this study indcate that, after a change in nomenclature, changes in the basis of measurement underlying the preparation of financial statements, namely a combinaton of cash and accrual basis. The financial condition of the Bandung City BPPD 2016-2017, in fulfillng its oblgations in prime condition. Judging from financial ratios, in the form of liquidty ratios, solvency ratios, and debt ratios, Bandung BPPD has a very good value between the comparison of assets and liablities. The decrease in current assets was influenced by the increase in tax receivables. Thus, the increase in tax receivables affects the increase in allowance for tax receivables. This is caused by bad tax receivables. The decrease in fixed assets is affected by the transfer of fixed assets to other asset accounts. This is because the condition of fixed assets is damaged and is not feasible to be used as a fixed asset. Fixed assets that were severely damaged reached 11.3 M. Keywords: iBPPD, NomenclatureiChange, iLiquidity Ratio, Solvability Ratio, DebtiRatio. Pendahuluan Sebagaimana tertuang dalam peraturan perundang-undangan, yaitu UU Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, keuangan daerah merupakan amanah yang diberikan pemerintah pusat pada pemerintah daerah untuk mengelola urusan keuangannya sendiri dengan menjunjung asas tranparansi dan akuntabilitas. Siregar (2015) mendefenisikan keuangan idaerah isebagai ihak idan ikewajiban. iHak imerupakan ihak idaerah iuntuk imencari isumber ipendapatan idaerah iberupa ipungutan ipajak idaerah, iretribusi iatau isumber ipenerimaan ilain iyang isesuai idengan iketentuan iperundang-undangan iyang iberlaku. iSedangkan ikewajiban iadalah ikewajiban idaerah iuntuk imengeluarkan iuang idalam irangka imelaksanakan isemua iurusan ipemerintahan idi idaerah. Dalam ipengertian itersebut idapat idipahami ibahwa ikeuangan idaerah itermasuk ipada ipendapatan idan ipengeluaran inegara iyang inantinya mailto:rahayukusumadewi@yahoo.com mailto:verenvirginiakandio@gmail.com Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara P-ISSN 2085-6555 Vol 10 No.2 | Desember 2018: 96-107 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ________________ ________________________________________________________ Rahayu Kusumadewi & Veren Virginia 97 Analisis Aset Pemerintah Daerah Kota Bandung idapat idiubah idalam ibentuk iaset imilik idaerah. iAset imilik idaerah iini isalah isatunya iterdapat ipada isatuan ikerja iperangkat idaerah. iDengan idemikian iperlu iadanya ianalisis iterkait ikondisi iaset ipada iSKPD iBadan iPendapatan idan iPengelolaan iDaerah iKota iBandung. Sedangkan menurutiSuwanda (2015) bahwailaporan ikeuangan ipemerintah idaerah iadalahisalah isatu iwujud ipertanggungjawaban iatas ipenggunaan ikeuangan idaerah idalam ikerangka ipelaksanaan iotonomi idaerah idan ipenyelenggaraan ioperasional ipemerintahan. iHal itersebut imenjadi itolok iukur ikinerja pemerintahan iuntuk imempertanggungjawabkan ipada isetiap iakhir itahun ianggaran. iLaporan ikeuangan imerupakan ilaporan iterstuktur imengenai iposisi ikeuangan idan itransaksi-transaksi iyang idilakukan ioleh isuatu ientitas ipelaporan. Dalam ipengertian ini dipahamiibahwa ilaporan ikeuangan ipemerintah idaerah isebagai itolok iukur ikinerja ipemerintahan isebagai ibentuk ipertanggungjawaban. iTerdapat ilima ikomponen ilaporan ikeuangan yangidiantaranya adalah LRA, iLO, iNeraca, iLPE idan iCALK. Selanjutnya menurut Mahmudi (2016) menjelaskan bahwaimerupakan perbandingan iantara idua iangka iyang idatanya idiambil idari ielemen ilaporan ikeuangan. iAnalisis irasio ikeuangan idapat idapat idigunakan iuntuk imenginterpretasikan iperkembangan ikinerja idari itahun ike itahun idan imembandingkan idengan ikinerja iorganisasi ilain iyang isejenis. iRasio ikeuangan iini imenjadi ibagian idari ianalisis iaset iyangididalamnya iterdapat ikomponen irasio ilikuiditas, irasio isolvabilitas, idan irasio iutang. MenurutiWild, idkk (2003irasio ilikuiditasiyangidimaksud iadalah ijumlah iuang itunai iatau isetara ikas iyang idimiliki isuatu ientitas idan ijumlah iuang itunai iyang idapat idiperolehnya idalam iwaktu isingkat iuntuk imemenuhi ikewajibannya. iRasio ilikuiditas imenujukan ikemampuan ipemerintah idaerah iuntuk imemenuhi ikewajiban ijangka ipendeknya. iWalaupun ipemerintah idaerah isudah imenyusun ianggaran ikas, itetapi ianalisis ilikuiditas iakan ilebih ibermanfaat ibagi imanejemen idibandingkan ijika ihanya imendasarkan ipada ianggaran ikas isaja (Mahmudi, i2016). Untuk imelakukan ianalisis ilikuiditas iini iada ibeberapa irasio iyang idigunakan idiantaranya i: Rasio ilancar idirumuskan isebagai iberikut i: π‘…π‘Žπ‘ π‘–π‘œ π‘–πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ = 𝑖 π΄π‘˜π‘‘π‘–π‘£π‘Ž π‘–πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘–πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ Rasio ikas idirumuskan isebagai iberikut: π‘…π‘Žπ‘ π‘–π‘œ π‘–πΎπ‘Žπ‘  = 𝑖 πΎπ‘Žπ‘  + πΈπ‘“π‘’π‘˜ π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘–πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ Rasio icepat idirumuskan isebagai iberikut: π‘…π‘Žπ‘ π‘–π‘œ π‘–πΆπ‘’π‘π‘Žπ‘‘ = 𝑖 π΄π‘˜π‘‘π‘–π‘£π‘Ž π‘–πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ βˆ’ π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘‘π‘–π‘Žπ‘Žπ‘› π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘–πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ Rasio imodal ikerja iterhadap iaset itotal idirumuskan isebagai iberikut: π‘Šπ‘œπ‘Ÿπ‘˜π‘–π‘›π‘” π‘–πΆπ‘Žπ‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘™ π‘–π‘‘π‘œ π‘–π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝑖𝐴𝑠𝑠𝑒𝑑𝑠 𝑖 𝑖 = 𝑖 π΄π‘˜π‘‘π‘–π‘£π‘Ž π‘–πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ βˆ’ π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘–πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘–π΄π‘˜π‘‘π‘–π‘£π‘Ž Kemudian yang kedua adalah rasio solvabilitas yang menurut iMahmudi (2016) idapat idigunakan iuntuk imelihat ikemampuan ipemerintah idaerah idalam ihal iini iSKPD idalam imemenuhi iseluruh ikewajibannya, ibaik ikewajiban ijangka ipendek imaupun Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara P-ISSN 2085-6555 Vol 10 No.2 | Desember 2018: 96-107 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ________________ ________________________________________________________ Rahayu Kusumadewi & Veren Virginia 98 Analisis Aset Pemerintah Daerah Kota Bandung ijangka ipanjang. Rasio isolvabilitas iniimerupakan irasio iyang idigunakan iuntuk imengukur isejauhmana iaktiva iperusahaan idibiayai idengan iutang. iArtinya iberapa ibesar ibeban iutang iyang iditanggung iperusahaan idibandingkan idengan iaktivanya (Kasmir, i2014). Rasio isolvabilitas idirumuskan isebagai iberikut: π‘…π‘Žπ‘ π‘–π‘œ π‘–π‘†π‘œπ‘™π‘£π‘Žπ‘π‘–π‘™π‘–π‘‘π‘Žπ‘  = 𝑖 π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘–π΄π‘˜π‘‘π‘–π‘£π‘Ž π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘–π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” Selanjutnya yang ketiga adalah rasio iutang yangisangat ipenting ibagi ikreditor idan icalon ikreditor ipotensial ipemerintah idaerah idalam imembuat ikeputusan ipemberian ikredit. iRasio-rasio iini iakan idigunakan ioleh ikreditor iuntuk imengukur ikemampuan ipemerintah idaerah idalam imembayar iutangnya. iTerdapat ibeberap ijenis irasio iutang iyang iperlu idiketahui, iantara ilain: i π‘…π‘Žπ‘ π‘–π‘œ π‘–π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘–π‘‡π‘’π‘Ÿβ„Žπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘ π‘–πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  = 𝑖 π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘–π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘–πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  π‘–π·π‘Žπ‘›π‘Ž π‘…π‘Žπ‘ π‘–π‘œ π‘–π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘–π‘‡π‘’π‘Ÿβ„Žπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘ 𝑖𝐴𝑠𝑒𝑑 = 𝑖 π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘–π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝑖𝐴𝑠𝑒𝑑 π‘–π‘€π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ Dalam rangka mendorong sikap akuntabilitas kerja, sebuah penyajian laporan keuangan diminta untuk dapat menyesuaikan dengan beberapa prinsip akuntansi yang berlaku umum, serta disajikan secara proporsional. Adanya Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) ini diharapkan dapat mencapai suatu tujuan umum dari pelaporan keuangan, dan agar pengguna(user) dapat terpenuhi kebutuhan-kebutuhan khususnya. Sejumlah informasi yang tertulis dalam LKPD tersebut perlu mengandung setidaknya empat aspek mendasar, yaitu andal, dapat dipahami, relevan, dan dapat dibandingkan. Suwanda (2015) berpendapat bahwa salah satu media yang berfungsi untuk mendorong lahirnya suatu transparansi dan akuntabilitas publik adalah dengan menyajikan suatu laporan keuangan pemerintah daerah yang holistic dan komprehensif. Apabila melihat pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, maka sejumlah informasi yang ditampilkan dalam laporan keuangan itu harus jelas, tegas, terang, dan informatif. Hal tersebut tentunya diharapkan agar masyarakat atau publik sebagai pengguna (user) dapat terpenuhi kebutuhan informasinya. Penyusunan laporan keuangan bertujuan menyediakan informasi yang relevan dan tepat tentang kondisi keuangan serta segala aktivitas transaksi lainnya yang dijalankan olehotoritas tertentu yang menjalankan tugas pelaporan dalam kurun waktu satu tahun anggaran. LKPD ini juga dilakukan karena fungsinya sebagai dasar dan sumber dalam menentukan sebuah keputusan, sehingga laporan tersebut perlu dibuat dan didesain dengan baik, praktis, jelas, terang dan sesederhana mungkin dalam upaya memudahkan orang yang berkepentingan atau bahkan masyarakat pada umumnya untuk menangkap dan memahami isi kandungan laporan tersebut. Suwanda (2015) menganggap bahwa laporan pertanggungjawaban ini dapat berupa laporan keuangan yang terdiri dari: 1. Laporan keuangan di tingkat Pemerintah Pusat; 2. Laporan keuangan di tingkat Pemerintah Daerah; Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara P-ISSN 2085-6555 Vol 10 No.2 | Desember 2018: 96-107 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ________________ ________________________________________________________ Rahayu Kusumadewi & Veren Virginia 99 Analisis Aset Pemerintah Daerah Kota Bandung 3. Laporan keuangan di setiap satuan organisasi tingkat pusat dan daerah. Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung merupakan satuan organisasi dilingkungan Pemerintah Daerah Kota Bandung yang menurut peraturan perundang- undangan wajib menyusun laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Dalam rangka menjalankan amanah peraturan perundang-undangan yang diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintah Daerah, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Bandung berkewajiban untuk menyusun suatu laporan keuangan tahun anggaran 2017 sebagai perwujudan dalam menjalankan prinsip akuntabilitas kerja pemerintah. Pemerintah Daerah Kota Bandung sebagai entitas yang telah menggunakan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2017, maka mereka perlu mempertanggung jawabkannya kepada khalayak publik. Untuk itu, salah satu upaya dalam mewujudkan laporan keuangan BPPD Kota Bandung yang kredibel dan profesional, maka pemerintah perlu menyusun suatu laporan neraca keuangan yang baik dan tepat. Salah satu elemen dari laporan neraca keuangan tersebut, yaitu Aset pemerintah daerah. Aset pemerintah daerah ini menyediakan sejumlah informasi yang menerangkan berbagai keadaan yang berkaitan dengan potensi dan sumber keuangan Kota Bandung yang kemudian dikelola oleh pemerintahannya. Melalui laporan neraca keuangan ini, pihak-pihak yang berkepentingan atau bahkan masyarakat pada umumya sebagai pembaca laporan keuangan dapat melihat kondisi riil dari kekayaan pemerintah daerah yang disimbolkan dalam misalnya jumlah aset lancar, investasi jangka panjang, dana cadangan, aset tetap, dan aset lainnya yang dimiliki. Namun, pada laporan SKPD Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung, terjadi penurunan pada komponen aset dalam neraca sebagaimana table berikut ini: Tabel i1.1 Persentase iPencapaian iAkun iAset iPada iNeraca iBPPD iKota iBandung i2016-2017 (Sumber: Laporan iKeuangan iBadan iPengelolaan iPendapatan iKota iBandung i2017, idata idiolah ioleh ipenulis) Gambar i1.1 Persentase iPencapaian iAkunAset iPada iNeraca iBPPD iKota iBandung i2016- 2017 NAMA AKUN 2016 2017 % ASET LANCAR 377,498,757,350.31Rp 310,672,119,408.90Rp 82% INVESTASI JANGKA PANJANG -Rp -Rp ASET TETAP 24,323,932,834.00Rp 14,986,514,125.00Rp 62% DANA CADANGAN -Rp -Rp ASET LAINNYA 1,685,413,000.00Rp 13,820,313,073.00Rp 820% JUMLAH ASET 403,508,103,184.31Rp 339,478,946,606.90Rp 84% Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara P-ISSN 2085-6555 Vol 10 No.2 | Desember 2018: 96-107 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ________________ ________________________________________________________ Rahayu Kusumadewi & Veren Virginia 100 Analisis Aset Pemerintah Daerah Kota Bandung (Sumber: Laporan iKeuangan iBadan iPengelolaan iPendapatan iKota iBandung i2017, idata idiolah ioleh ipenulis) Dari itabel i1.1 idan igambar i1.1, idapat idilihat iperbandingan ipencapaian ijumlah iaset idi itahun i2017 idan i2016 iaset ilancar ihanya i82%, iBPPD iKota iBandung itidak imemiliki iinvestasi ijangka ipanjang idi itahun i2016 imaupun iditahun i2017, iaset itetap i62% i. iBPPD iKota iBandung itidak imemiliki idana icadangan i idi itahun i2017 idan i2016, ikenaikan ipada ijumlah iakun iaset ilainnya ihingga i820 i%, inamun ipada ijumlah itotal iaset ihanya imencapai i84%. iKemudian ipada igrafik i1. i1 idiagram ibatang iberwarna imerah itua imenunjukan ijumlah iaset ipada itahun i2016 isedangkan idiagram ibatang imerah imuda imenunjukan ijumlah iaset ipada itahun i2017. iSeperti iyang iterlihat ipada igrafik, ibahwa iterjadi ipenurunan ijumlah iaset ipada iakun iaset ilancar, iaset itetap, idan ijumlah itotal ikeseluruhan iaset. I Diindikasikan idengan iadanya iperubahan inomenklatur, iyang isemula iDinas iPelayanan iPajak iKota iBandung iyang iberalamat idi iJl. iCianjur iNo. i24 iBandung, inamun ikini imenjadi iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah iKota iBandung iyang imenjadi ibagian ikomplek ipemerintah iKota iBandung idi iJl. iWastukencana iNo.2 iBandung. iPasalnya, iperubahan iini iterkait idengan ipemindahan igedung idan iharta ikekayaan idikantor isebelumnya, iyang ikini iberubah inilainya isecara isignifikan idi igedung ikantor iyang ibaru. Membandingkan idata ineraca idua iperiode iatau ilebih ibertujuan iuntuk imengetahui iadanya ikenaikan iatau ipenurunan ijumlah iabsolut (dalam irupiah) idan idalam ipersentase. iAnalisis iperbandingan itersebut ibiasanya ijuga idilengkapi idengan irasio. iRasio iini idihitung idengan icara imembagi ijumlah irupiah itahun isebelumnya isebagai itahun idasar (Jumingan, i2014:45). I Melihat ikondisi ipenurunan itotal iaset isecara isignifikan ipada ilaporan ikeuangan iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah i(BPPD) iKota iBandung tersebut, membuatipenulis itertarik iuntuk imenelitinya denganimenggunakan ianalisis irasio ikeuangan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aset iPemerintah iDaerah idi iBadan iPengelolan iPendapatan iDaerah iKota iBandung itahun anggarani2016-2017. Metode Penelitian Rp- Rp50.000.000.000,00 Rp100.000.000.000,00 Rp150.000.000.000,00 Rp200.000.000.000,00 Rp250.000.000.000,00 Rp300.000.000.000,00 Rp350.000.000.000,00 Rp400.000.000.000,00 Rp450.000.000.000,00 D a la m i R u p ia h i( R p ) 2016 2017 Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara P-ISSN 2085-6555 Vol 10 No.2 | Desember 2018: 96-107 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ________________ ________________________________________________________ Rahayu Kusumadewi & Veren Virginia 101 Analisis Aset Pemerintah Daerah Kota Bandung Pendekatan yang digunakan idalam ipenelitian iini iyakni kualitatif dengan tipe penelitianideskriptif. Dalam rangka mengumpulkan data penelitian, penelitian ini menggunakan iobservasi, iwawancara mendalam kepada beberapa informan yang terkait, serta studiidokumentasi. iSumber idata iyang idigunakan idalam ipenelitian iniiyakni data primer isepertiiLaporan iKeuangan iBPPD iKota iBandung i2016-2017, iLaporan ihasil wawancara, iProfil idan idata ipegawai iBPPD iKota iBandung. iSedangkan idata isekunder lainnya adalah Dokumen iresmi iyang idiambil imelalui iwebsite iBPPD iKota iBandung, Foto-foto idokumentasi, iserta icatatan ihasil iobservasi. iTeknik ianalisis idata yang digunakaniterdiri idari itiga ijalur ikegiatan iyang iterjadi isecara ibersamaan, iyaitu ireduksi data, ipenyajian idata, idan ipenarikan ikesimpulan/ iverifikasi. iDalam ipenelitian iini penyajian idata ijuga imenggunakan irasio ikeuangan idiantaranya; irasio ilikuiditas, irasio solvabilitas, idan irasio iutang. Hasil Dan Pembahasan Setelah adanya perubahan nomenklatur, adanya perubahan basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan. Beberapa perubahan basis pengukuran yang memengaruhi laporan neraca diantaranya, penyusunan Neraca Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung menganut prinsip substansi mengungguli bentuk formalnya (substance over form), sebelum perubahan nomenklatur seluruhnya menggunakan basis akuntansi kas. Namun setelah adanya perubahan nomenklatur yang digunakan adalah basis kas dan basis akrual. Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan untuk memperoleh aset tersebut pada saat iperolehahan. Untuk keperluan penyusunan neraca awal suatu entitas, biaya perolehan aset tetap digunakan adalah nilai wajar pada saat neraca awal tersebut disusun. Kemampuan iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah i(BPPD) iKota iBandung idalam imemenuhi ikewajibannya idilihat idari irasio ilikuiditas idapat idilihat ipada itabel idibawah iini: Tabel i3.1 Tabel iRasio iLikuiditas iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah iKota iBandung iTahun iAnggaran i2016-2017 Rasio iLikuiditas iTahun i2016 Tahun i2017 Rasio iLancar (current iratio) 39.3 i: i1 59.91 i:1 Rasio iKas (cash iratio) 0 0 Rasio iCepat (quick iratio) 39.2 i: i1 59.68 i: i1 Rasio iKeuangan iTahun i2016 Tahun i2017 Rasio iModal iKerja iterhadap iTotal iAset (working icapital ito itotal iassets iratio) 0.91 i: i1 0.9 i: i1 (Sumber i: iData idiolah ioleh ipenelit, i2019) Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara P-ISSN 2085-6555 Vol 10 No.2 | Desember 2018: 96-107 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ________________ ________________________________________________________ Rahayu Kusumadewi & Veren Virginia 102 Analisis Aset Pemerintah Daerah Kota Bandung Apabila idibandingkanirasio likuiditas iditahun i2017 ilebih ilikuid idibanding itahun isebelumnya. iMeskipun ipada irasio ikas (ratio icash) imenunjukan itidak iadanya iperubahan ipada ikondisi iLKPD iBPPD iKota iBandung iyang imasih inilainya i0 ipada itahun i2016 idan i2017. iHal iini imenunjukan iBPPD iKota iBandung idi itahun i2016 idan itahun i2017 itidak imemiliki ikas idan iinvestasi ijangka ipendek. iMeskipun idemikian, iBPPD iKota iBandung iharus imengatisipasi ikemungkinan ikondisi ikeuangan iyang iterlalu ilikuid. iAgar ilebih ijelas idapat idilihat ipada igambar idibawah iini; Gambar i3.1 Diagram iRasio iLikuiditas iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah iKota iBandung iTahun iAnggaran i2016-2017 (Sumber i: iData idiolah ioleh ipeneliti, i2019) Rasio ilikuiditas iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah iKota iBandung itahun ianggaran i2016-2017 ipada idiagram idiatas idalam ikondisi iprima. iDimana iBPPD iKota iBandung imempunyai ikemampuan iyang itinggi iuntuk imemenuhi ikewajiban ijangka ipendek imaupun ijangka ipanjangnya. iHal iini ididominasi ioleh irasio ilancar i(current iratio) idi itahun i2016 iadalah i39,3 isedangkan iditahun i2017 iyakni i59.91 idan irasio icepat i(quick iratio) ipada itahun i2016 iadalah i39,2 isedangkan ipada itahun i2017 iyakni i59,68. iMahmudi i(2016: i110) imengatakan ibahwa irasio icepat imerupakan isalah isatu iukuran iterbaik i, ilebih imenarik idaripada irasio ilancar. iRasio icepat imengindikasikan iapakah iBPPD iKota iBandung idapat imembayar iutangnya idengan icepat. iDalam ihal iini ipersediaan idianggap ikurang icepat iuntuk imembentuk ikas, ikarena ipada iumumnya imemerlukan idua itahap ilagi iuntuk idirubah imenjadi ikas. iPertama i, imenjual idan imenjadi ipiutang. iKedua, imenagih ipiutang idan isurat iberharga. iSemakin itinggi inilai irasio icepat imaka isemakin itinggi itingkat ilikuiditas ikeuangan. iDengan idemikian ikondisi ikesehatan ikeuangan iBPPD iKota iBandung idalam imemenuhi ikewajiban ijangka ipendek idan ijangka ipanjangnya idinilai isangat ilikuid. 0 10 20 30 40 50 60 Rasio Lancar Rasio Kas Rasio Cepat Rasio Modal Kerja Terhadap total aset 2016 39,3 0 39,2 0,91 2017 59,91 0 59,68 0,9 P e rb a n d in g a n iL ik u id it a s Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara P-ISSN 2085-6555 Vol 10 No.2 | Desember 2018: 96-107 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ________________ ________________________________________________________ Rahayu Kusumadewi & Veren Virginia 103 Analisis Aset Pemerintah Daerah Kota Bandung Kemampuan iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah iKota iBandung idilihat idari irasio isolvabilitas idapat idilihat ipada itabel iberikut: Tabel i3.2 Hasil iPerhitungan iRasio iSolvabilitas iBPPD iKota iBandung i Tahun i2016-2017 Tahu n Total iAktiva Total iUtang Rasio iSolvabili tas 2016 iRp i i i i i i i i i403,408,103,184.31 i iRp i i i9,606,293,933.50 i 41.99 2017 iRp i i i i i i i i i339,478,946,606.90 i iRp i i i5,185,802,982.92 i 65.46 (Sumber i: iLaporan iKeuangan iBPPD iKota iBandung itahun ianggaran i2016-2017, iData iDiolah iOleh iPeneliti, i2019) Berdasarkan itabel idiatas iperbandingan itotal iaktiva idan itotal iutang ipada irasio isolvabilitas iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah iKota iBandung itahun i2016 iadalah i41.99 i: i1 iartinya isetiap i1 irupiah iseluruh ikewajiban ijangka ipendek imaupun ijangka ipanjangnya idapat idijamin ioleh i41.99 irupiah itotal iaktiva iyang idimiliki ioleh iBPPD iKota iBandung. iSedangkan iperbandingan irasio isolvabilitas idi itahun i2017 iadalah i65.46: i1 iartinya isetiap i1 irupiah iseluruh ikewajiban ijangka ipendek imaupun ijangka ipanjangnya idapat idijamin ioleh i65.46 irupiah itotal iaktiva iyang idimiliki ioleh iBPPD iKota iBandung. iAgar ilebih ijelas idapat idiamati ipada igrafik idibawah iini i: Grafik i3. i1 Diagram iRasio iSolvabilitas iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah iKota iBandung iTahun iAnggaran i2016-2017 (Sumber i: iData idiolah ioleh ipeneliti, i2019) Pada igrafik idiatas imenunjukan ikenaikan ijaminan iyang idapat idipenuhi ioleh iBPPD iKota ibandung idalam imemenuhi iseluruh ikewajiban ijangka ipendek idan ijangka ipanjangnya idilihat idari irasio isolvabilitas. iDitahun i2016 idiangka i41.99 idan inaik idi itahun i2017 isekitar i23.47 imenjadi i65.46 iperbandingannya. iHal iini idipengaruhi ijuga idengan ipenurunan inominal itotal iutang iditahun i2017. iDapat idilihat ipada itabel i4.4 iditahun i2016 itotal iutang iadalah iRp. i9,606,293,933.50 imenjadi iRp. i5,185,802,982.92 iditahun i2017. iNamun iterjadi ipenurunan inominal ijuga ipada itotal iaktiva, iyang isemula idi itahun i2016 iadalah iRp. i403,408,103,184.31 idan idi itahun i2017 imenjadi i iRp. i339,478,946,606.90. iMeskipun idemikian ipenurunan iini itidak imengarah ipada iresiko isolvabel idengan imelihat iperbandingan irasio isolvabilitas. iDengan idemikian iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah i(BPPD) iKota iBandung idapat idikatakan isolvabel 2016 2017 Rasio Solvabilitas 41,99 65,46 0 20 40 60 80 Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara P-ISSN 2085-6555 Vol 10 No.2 | Desember 2018: 96-107 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ________________ ________________________________________________________ Rahayu Kusumadewi & Veren Virginia 104 Analisis Aset Pemerintah Daerah Kota Bandung ikarena iperbandingan irasio imencapai i65.46i: 1 idari iangka istandarnya i2:1. Sedangkan ihasil iperhitungan irasio iutang iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah iKota iBandung idapat idilihat idibawah iini: Tabel i3.3 Hasil iPerhitungan iRasio iUtang (Leverge iRatio) iBPPD iKota iBandung iTahun i2016-2017 Rasio iUtang iTahun i2016 Tahun i2017 Rasio iUtang iTerhadap iEkuitas 0.02 i: i1 0.02 i: i1 Rasio iUtang iTerhadap iAset iModal 039 i: i1 0.35 i: i1 (Sumber i: iData idiolah ioleh ipenelit, i2019) Gambar i3.2 Diagram iRasio iUtang (Leverge iRatio) iBPPD iKota iBandung iTahun i2016- 2017 (Sumber i: iData idiolah ioleh ipeneliti, i2019) Berdasarkan idiagram idiatas, irasio iutang iterhadap iekuitas iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah i(BPPD) iKota ibandung iyang irelatif irendah idan inilainya isama ipada idua iperiode ianggaran i2016-2017 iyakni i0.2. iArtinya iapabila itotal iutang idibebankan ipada iekuitas, iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah iKota iBandung ihanya iterbebani i0.02 iatau i2% ibaik idi itahun i i2016 imaupun idi itahun i i2017. iSedangkan ipada irasio iutang iterhadap iaset imodal iterjadi ipenurunan idimana inilai idan ipersentase iditahun i2017 imenurun idibanding itahun ianggaran isebelumnya. iRasio iini imenggambarkan idi itahun i2016 i isebanyak i0.39 iatau i39% i idan idi itahun i2017 i0,35 iatau i35% ibagian iaset imodal iBPPD iKota iBandung idapat idigunakan iuntuk imenjamin iutang iaset imodal idalam ihal iini idiproksikan idengan iaset itetap. i iNamun isesuai iperaturan, idalam imelakukan ipinjaman, ipemerintah idaerah itidak idibenarkan imenjadikan iaset imodal ipemerintah idaerah isebagai ijaminan. Apabila idalam iperhitungan irasio iutang, inilai iaset iBPPD iKota iBandung imasih idalam irelatif iaman iuntuk ipengajuan ipinjaman. MenurutiKepala iBagian iKeuangan iBPPD iKota iBandung, iada imekanisme itersendiri iuntuk imelakukan ipinjaman, idengan Rasio Utang Terhadap Ekuitas Rasio Utang Terhadap Aset Modal 2016 0,02 0,39 2017 0,02 0,35 0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara P-ISSN 2085-6555 Vol 10 No.2 | Desember 2018: 96-107 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ________________ ________________________________________________________ Rahayu Kusumadewi & Veren Virginia 105 Analisis Aset Pemerintah Daerah Kota Bandung ialur iyang ipanjang ibagi iPemerintah iDaerah. iNamun iuntuk iBadan iPengelolaan iPendapatan iDaerah iadalah iSatuan iKerja iPemerintah iDaerah i(SKPD) iyang iberada idibawah iPemerintahan iKota iBandung, iyang isudah ijelas itidak idiperbolehkan iuntuk imelakukan ipengajuan ipinjaman. iNamun iapabila iada iprioritas ipercepatan ipembangunan idalam iskala ipemerintah idaerah, iini imemungkinkan ipemerintah idaerah iuntuk imelakukan ipengajuan ipinjaman, idengan ipersetujuan ipemerintah ipusat. iNamun ihingga isaat iini, isemua ipemerintah ikabupaten/kota ibelum iada iyang imelakukan ipengajuan ipinjaman idaerah, ikarena idana iyang idigunakan iuntuk ioprasional ipemerintah idaerah, ikhususnya iKota iBandung ibersumber idari iAPBD idan iPAD imasih itercukupi. Indikator iYang iMenyebabkan iPenurunan iAset iYang iSignifikan iPada iBPPD iKota iBandung iPada iTahun i2016-2017 idapat idi ilihat idari itabel i1. i1, idapat idiketahui ipenurunan inilai iaset iBPPD iKota iBandung ipada ineraca, iterdapat ipada iakun iaset ilancar ihanya imencapai i82% idari itahun isebelumnya i, iaset itetap imencapai i62 i% idari itahun isebelumnya, idan inilai iaset isecara ikeseluruhan iyang ihanya imencapai i84% idari itahun isebelumnya. Penurunan aset lancar sebesar 18% dipengaruhi oleh kenaikan piutang pajak. Dengan demikian, naiknya piutang pajak memengaruhi kenaikan penyisihan piutang pajak. Menurut Kepala Bagian Sub Keuangan dan Pelaksana Bagian Sub Keuangan, ini diakibatkan oleh piutang pajak yang macet. Saldo piutang pajak netto per 31 Desember 2017 sebesar Rp 301,801,974,561.14 merupakan piutang pajak yang belum terima pembayarannya sampai dengan tanggal 31 Desember 2017, setelah diperhitungkan dengan penyisihan piutang pajak daerah sebagai berikut: Tabel i3.4 Penyisihan iPiutang iPajak iDaerah iBPPD iKota iBandung iTahun i2016-2017 (Sumber: iDokumen iCALK iBPPD iKota iBandung i2017) Penyisihan ipiutang ipajak idaerah iper i31 iDesember i2017 isebesar iRp. i702,297,312,177.90 idiperoleh idari iperhitungan iberdasarkan iumur ipiutang ipajak idaerah isebagaimana idiatur idalam iPeraturan iWalikota iBandung iNomor i1136 iTahun i2015 itentang iPerubahan iatas iPeraturan iWalikota iBandung iNomor i528 iTahun i2014 itentang iKebijakan iAkuntansi. Selain pada aset lancar, penurunan lain juga ada pada aset tetap. Dari data tabel 1.1 imenunjukan, bahwa jumlah aset tetap yang menurun dari tahun 2016 ke 2017 isangat isignifikan. Menurut Kepala Sub Bagian Keuangan dan Pelaksana Sub Bagian Keuangan imenyatakan, penurunan aset ini dipengaruhi oleh pemindahan aset tetap pada akun aset lainnya. Hal ini dikarenakan kondisi aset tetap yang rusak dan sudah itidak layak dijadikan sebagai aset tetap. Aparat pelaksana inventarisasi dalam rangka itertib administrasi pengelolaan barang milik daeraah yang meliputi pembukuan dan pelaporan, pengelola menetapkan pengurus barang pada masing-masing SKPD (Sholeh &Rocmansjah, 2010). Per 31-12-2017 Per 31-12-2016 1 Piutang Pajak Daerah 1,004,099,286,739.04Rp 991,930,373,515.64Rp 2 Penyisihan Piutang Pajak Daerah (702,297,312,177.90)Rp (623,131,342,764.45)Rp 301,801,974,561.14Rp 368,799,030,751.19Rp Jumlah No Uraian Jumlah Piutang Pajak Netto Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara P-ISSN 2085-6555 Vol 10 No.2 | Desember 2018: 96-107 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ________________ ________________________________________________________ Rahayu Kusumadewi & Veren Virginia 106 Analisis Aset Pemerintah Daerah Kota Bandung Pemindahan iaset itetap ipada iakun iaset ilainnya, isebagaimana isudah idiatur ipada iPeraturan iPemerintah iNomor i71 iTahun i2010 itentang iStandar iAkuntansi iPemerintah i(SAP) idan iPSAP iNo. i07 iAkuntansi iAset iTetap iParagraf i79 imenyatakan ibahwa, iaset itetap iyang idihentikan idari ipenggunaan iaktif ipemerintah itidak imemenuhi idefenisi iaset itetap idan iharus idipindahkan ipada ipos iaset ilainnya isesuai idengan inilai itercatatnya. Tabel idibawah iini imenunjukan iinventarisasi iaset itetap iyang idimasukan ipada iakun iaset ilainnya, isebagai iberikut: Tabel i3.5 Inventarisasi iAset iTetap ipada iAset iLainnya iBPPD iKota iBandung iTahun i2017 (Sumber i: iLaporan iKeuangan iBadan iPengelolaan iPendapatan iKota iBandung i2017) Berdasarkan itabel idiatas, iaset itetap iyang imengalami irusak iberat imencapai i11,3 iM. Menurut iketerangan iKepala iSub iBagian iKeuangan idan iPelaksana iSub iBagian iKeuangan iBPPD iKota iBandung, iseharusnya idilakukan ipenghapusan ipada iaset itetap iyang imengalami irusak iberat. iNamun ihingga isaat iini ibelum iada iSK idan iregulasi imengenai ipenghapusan iaset idi iBPPD iKota iBandung. iSehingga iaset itetap iyang irusak iberat imasuk ipada iakun iaset ilainnya. Simpulan Kondisi keuangan BPPD Kota Bandung Tahun 2016-2017, dalam memenuhi kewajibannya, baik kewajiban jangka pendek maupun kewajiban jangka panjangnya dalam keadaan prima. Dilihat dari rasio keuangan, berupa rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio utang, BPPD Kota Bandung memiliki nilai yang sangat baik antara iperbandingan iaset dan ikewajiban. Penurunan aset lancar dipengaruhi oleh kenaikan piutang pajak. Dengan demikian, naiknya piutang pajak memengaruhi kenaikan penyisihan piutang pajak. Ini diakibatkan oleh piutang pajak yang macet. Saldo piutang pajak netto per 31 Desember 2017 sebesar Rp301,801,974,561.14 imerupakan piutang pajak yang belum terima ipembayarannya sampai dengan tanggal 31 Desember 2017. Penurunan aset tetap dipengaruhi oleh pemindahan aset tetap pada iakun aset ilainnya. Hal ini dikarenakan kondisi aset tetap yang rusak dan sudah tidak layak dijadikan isebagai aset tetap. Aset tetap iyang imengalami irusak berat mencapai 11,3 M. Seharusnya dilakukan penghapusan pada aset tetap yang mengalami rusak berat. Namun hingga saat ini belum ada SK dan regulasi mengenai penghapusan aset di BPPD Kota Bandung. Sehingga asset tetap yang rusak berat masuk pada akun aset lainnya. Uraian Hasil Inventarisasi Pengaruh Tambah/ (Kurang) / Tidak Berpengaruh Jumla Rekap Aset Tetap Ke Neraca Aset Lainnya Rusak Berat (-) Relaks Ke Aset Lainnya 11,302,097,010.00Rp 11,302,097,010.00Rp Hilang (harus ada bukti laporan polisi) (-) Relaks Ke Aset Lainnya 143,062,362.00Rp 143,062,362.00Rp Tidak diketahui keberadaannya ( dibawah 5 juta dengan umur teknis 10 tahun) (-) Relaks Ke Aset Lainnya 689,740,701.00Rp 689,740,701.00Rp Barang Sudah Dihancurkan Masih Tercatat (-) Relaks Ke Aset Lainnya - - Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara P-ISSN 2085-6555 Vol 10 No.2 | Desember 2018: 96-107 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ________________ ________________________________________________________ Rahayu Kusumadewi & Veren Virginia 107 Analisis Aset Pemerintah Daerah Kota Bandung Referensi Basri, S. (2015). Teori Pengeluaran Pembangunan. Jakarta: Balai Pustaka. Bungin, B. (2007). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana. Djaenuri, A. (2012). Hubungan Keuangan Pusat-Daerah. Bogor: Ghalia Indonesia. Halim, A. (2007). Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Keuangan Daerah. Edisi Ketiga. Jakarta: Salemba Empat. Idris, M. (2009). Metode Penelitiani Ilmu Sosial. Yogyakarta: Erlangga. Jumingan. (2014). Analisis Laporan Keuangan. iBandung. Jakarta: Bumi Aksara. Kasmir. (2014). Analisis Laporan Keuangan. Depok: Rajagrafindo Persada. Mahmudi. (2016). Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. 2016. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. Nazir, M. (2014). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia iIndonesia. Nuarisa, S.A. (2013). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil Terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal. Accounting Analysis Journal. Vol .2 No.1. Putra, F. (2017). Pengaruh Desentralisasi Fiskal, Luas Wilayah, dan Sisa Lebih Pembiaayaan Anggaran Terhadap Pengalokasian Belanja Modal. ejournal unp. Vol 5. No 1: Seri C: 2252-6765. Rochmatullah, M.R, Hartanto, R. Arifin, A. (2016) Determinating The Value of Capital Expenditure Allocation in Indonesia Local Government. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol. 17 No. 2: 1411- 6081. Satori, D., Komariah, A. (2013). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta. Simamora, S. (2014). Pengaruh Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), Penerimaan dan Pengeluaran Pembiayaan Terhadap Belanja Daerah: Dalam Presfektif Teoritis. Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis. Vol. 14 No. 2. Silalahi, U. (2012). Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama. Siregar, B. (2015). Akuntansi Sektor Publik (Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah Berbasis Akrual). Yogyakarta: UPP STIM YKPN Soleh, C., Heru, R. (2010). Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah. Bandung: Fokus Media. Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitaif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sujarweni, W. (2014). SPSS Untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Sunarno, S. (2012). Hukum Pemerintahan Daerah Di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika. Suwanda, D. (2015). Sistem, Akuntansi Akrual Pemerintah Daerah. Jakarta Pusat: PPM Management. Sunyoto, D. (2016). Metodologi Penelitian Akuntansi. Bandung: PT. Refika Aditama Umam, K. (2012). Manajemen Organisasi. Bandung: Pustaka Setia. Wild, J.J., dkk. (2003). Financial Statement Analysis. Eight Edition. Singapore: McGraw Hill